
Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Simak cuplikan wawancara Adapundi di CNBC mengenai tren penggunaan AI dalam industri fintech dan dampaknya bagi layanan keuangan. Baca selengkapnya.
Keterbatasan modal kerap kali menjadi kendala untuk memulai sebuah bisnis. Bagi kamu yang ingin memulai bisnis, segera wujudkan rencana bisnismu dengan pinjaman untuk modal usaha awal tanpa harus menunggu tabungan terkumpul penuh.
Kini, proses pengajuannya pun semakin mudah dan bisa dilakukan secara online, sehingga siapa pun bisa mengaksesnya dengan lebih praktis. Simak panduan lengkap berikut untuk mengetahui jenis pinjaman yang tersedia, syarat pengajuannya, hingga tips memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan usahamu.
Sebelum mengajukan pinjaman untuk modal usaha awal, pastikan kamu menghitung dengan benar berapa jumlah modal yang kamu perlukan berdasarkan jenis usaha kamu. Setiap jenis modal memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari pembelian aset, penyediaan stok barang, hingga biaya operasional harian.
Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menghitung masing-masing jenis modal agar kebutuhan usaha dapat diperkirakan dengan lebih akurat.
Aset umumnya tidak habis dalam satu kali produksi, berbeda dengan bahan baku atau stok barang. Untuk mendukung operasional bisnis dalam jangka panjang, modal investasi digunakan untuk membeli aset yang dibutuhkan.
Rumus:
Modal Investasi = Harga Produk + Harga Produk
Contoh perhitungannya:
| Kebutuhan Aset | Harga |
|---|---|
| Mesin Produksi | Rp10.000.000 |
| Etalase Toko | Rp3.000.000 |
| Total modal investasi | Rp13.000.000 |
Kamu dapat menyesuaikan rumus di atas dengan harga produk yang kamu butuhkan.
Modal kerja merupakan dana yang digunakan untuk membeli bahan baku atau stok barang yang akan dijual kembali.
Rumus:
Modal Kerja = (Harga Produk + Harga Produk) x Jumlah Produksi
Contoh perhitungannya:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Bahan baku per produk | Rp12.000 |
| Kemasan per produk | Rp3.000 |
| Total biaya per produk | Rp15.000 |
| Jumlah produksi | 2.000 unit |
Perhitungan:
Modal Kerja = (12.000 + 3.000) x 2.000
Modal Kerja = Rp30.000.000
Modal ini bersifat berputar karena akan terus digunakan selama usaha berjalan.
Biaya operasional biasanya mencakup sewa tempat, gaji karyawan, tagihan listrik, internet, biaya pemasaran, hingga biaya transportasi.
Rumus:
Modal Operasional = Biaya Semua Pengeluaran untuk 1 Periode Produksi
Contoh perhitungannya:
| Jenis Pengeluaran | Biaya |
|---|---|
| Sewa tempat | Rp1.500.000 |
| Gaji karyawan | Rp3.000.000 |
| Listrik dan internet | Rp400.000 |
| Promosi | Rp1.000.000 |
| Total modal operasional | Rp4.900.000 |
Modal operasional disesuaikan kembali dengan biaya pengeluaran untuk 1 produksi yang kamu perlukan.
Baca juga: Contoh Rincian Modal Usaha untuk Berbagai Jenis Bisnis Kecil
Modal awal adalah total dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis sebelum usaha menghasilkan pendapatan.
Rumus:
Modal Awal = Modal Akhir - (Laba + Prive)
atau
Modal Awal = Modal Akhir - (Pendapatan + Beban + Pajak + Prive)
atau
Modal Awal = Capital Expenses + Operational Expenses
Sebagai contoh sederhana, jika kebutuhan aset usaha sebesar Rp13.000.000 dan biaya operasional awal Rp4.900.000, maka:
Modal Awal = Rp13.000.000 + Rp4.900.000
Modal Awal = Rp17.900.000
Nilai inilah yang menjadi acuan untuk menentukan kebutuhan dana saat memulai bisnis, termasuk ketika mempertimbangkan penggunaan pinjaman untuk modal usaha awal.
Kamu juga dapat mengajukan pinjaman untuk modal usaha awal jika tabunganmu belum cukup. Adapundi menawarkan pinjaman dengan proses yang super cepat, tenor panjang dan cicilan rendah. Kamu tidak perlu mengajukan jaminan aset atau agunan fisik untuk pinjaman yang kamu ajukan.
Modal akhir adalah jumlah modal yang dimiliki pemilik usaha setelah bisnis berjalan dalam satu periode tertentu.
Rumus:
Modal Akhir = Modal Awal + (Laba Untung/Rugi + (-Prive))
atau dapat dituliskan menjadi:
Modal Akhir = Modal Awal + Laba - Prive
Keterangan:
Modal awal adalah modal yang dimiliki pada awal periode.
Laba adalah keuntungan yang diperoleh selama periode berjalan.
Rugi adalah selisih kerugian yang mengurangi modal.
Prive adalah pengambilan dana atau aset usaha oleh pemilik untuk kepentingan pribadi.
Contoh perhitungan:
Modal awal = Rp17.900.000
Laba usaha = Rp6.000.000
Prive = Rp1.000.000
Maka:
Modal Akhir = Rp17.900.000 + Rp6.000.000 - Rp1.000.000
Modal Akhir = Rp24.900.000
Nilai ini kemudian dapat menjadi acuan dalam menghitung modal awal pada periode berikutnya maupun untuk menyusun strategi pengembangan bisnis ke depan.
Nilai modal akhir dapat bertambah apabila usaha memperoleh keuntungan, atau berkurang jika mengalami kerugian maupun terdapat pengambilan dana pribadi (prive) oleh pemilik usaha.
Baca juga: Usaha Rumahan Modal Kecil yang Bisa Dicoba untuk Menambah Penghasilan
Besarnya modal usaha tidak dapat ditentukan secara sembarangan karena ada berbagai faktor yang memengaruhi kebutuhan dana sejak awal. Bahkan, dua bisnis yang bergerak di bidang yang sama dapat membutuhkan modal yang berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha.
Kebutuhan modal usaha sangat dipengaruhi oleh jenis bisnis yang dijalankan. Bisnis jasa umumnya memerlukan modal yang relatif lebih rendah karena tidak membutuhkan banyak persediaan barang maupun peralatan produksi. Sementara itu, usaha di bidang kuliner, perdagangan, atau manufaktur biasanya membutuhkan modal yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, peralatan kerja, dan operasional sehari-hari.
Semakin besar target pasar yang ingin dijangkau, semakin besar pula modal yang perlu disiapkan. Hal ini karena bisnis membutuhkan kapasitas produksi yang lebih tinggi, stok yang lebih banyak, serta anggaran pemasaran yang lebih besar untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Lokasi usaha dapat memengaruhi berbagai pengeluaran, seperti biaya sewa tempat, listrik, air, hingga distribusi barang. Lokasi yang strategis memang berpotensi mendatangkan lebih banyak pelanggan, tetapi biasanya juga membutuhkan biaya operasional yang lebih tinggi.
Kebutuhan modal juga dipengaruhi oleh harga bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam operasional bisnis. Jika harga bahan baku atau peralatan meningkat, maka dana yang perlu disiapkan pun akan bertambah. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset harga sebelum memulai usaha.
Jumlah karyawan yang direkrut akan memengaruhi besarnya biaya operasional usaha. Selain gaji, pelaku usaha juga perlu mempertimbangkan biaya pelatihan, perlengkapan kerja, dan kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan tenaga kerja. Semakin banyak karyawan yang dibutuhkan, semakin besar pula modal yang harus dipersiapkan.
Baca juga: Modal Usaha Thrifting: Panduan Lengkap Mendapatkan Dana untuk Bisnis Secondhand yang Menguntungkan
Kemampuan mengelola modal usaha sangat penting agar modal usaha dapat digunakan secara optimal dan usaha dapat bertahan dalam jangka panjang. Berikut tips agar pengelolaan modal usaha kamu tidak kesulitan dalam mengelola modal usaha agar tidak cepat habis:
Pisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha
Agar arus kas bisnis lebih mudah dipantau dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi.
Buat anggaran pengeluaran sejak awal
Untuk mengontrol penggunaan dana dan menghindari pemborosan yang tidak diperlukan.
Prioritaskan kebutuhan yang mendukung operasional usaha
Sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan tambahan yang belum mendesak.
Catat setiap pemasukan dan pengeluaran
Secara rutin agar kondisi keuangan bisnis dapat dipantau dengan lebih akurat.
Siapkan dana darurat usaha
Untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga seperti kerusakan peralatan atau penurunan penjualan.
Kelola stok barang dengan baik
Agar tidak terjadi penumpukan produk yang dapat menghambat perputaran modal.
Evaluasi kondisi keuangan secara berkala
Untuk mengetahui apakah penggunaan modal sudah efektif dan sesuai dengan target bisnis.
Manfaatkan pinjaman secara bijak
Dengan menyesuaikan jumlah pinjaman terhadap kebutuhan usaha dan kemampuan pembayaran agar tidak membebani keuangan bisnis di kemudian hari.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, modal usaha dapat digunakan secara lebih efisien sehingga bisnis memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
Wujudkan usaha impianmu dengan mengajukan pinjaman untuk modal usaha bersama Adapundi. Kamu tidak perlu datang ke kantor karena pengajuannya dilakukan secara online dengan proses yang praktis, tanpa jaminan, dan bunga harian rendah mulai dari 0,03%. Kamu cukup menggunakan KTP dan nomor HP untuk proses verifikasi.
Adapundi telah berizin dan diawasi OJK. Download aplikasi Adapundi sekarang dan ajukan pinjaman sesuai kebutuhan kamu agar rencana usaha dapat segera diwujudkan dengan lebih mudah dan praktis.
Referensi:
https://www.ocbc.id/id/article/2022/03/21/cara-menghitung-modal