Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Cara mendapatkan modal usaha bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan, mulai dari menggunakan dana pribadi, memutar keuntungan kecil, hingga memanfaatkan pinjaman yang terencana.
Tidak semua bisnis harus dimulai dengan modal besar, seperti usaha mikro kecil dan menengah, yang lebih penting adalah strategi pengelolaannya agar usaha bisa berjalan dan berkembang.
Di artikel ini, kamu akan menemukan berbagai cara yang realistis untuk mendapatkan modal usaha, termasuk kesalahan yang perlu dihindari.
Baca juga: Pinjaman Dana Darurat: Solusi Cepat Cair yang Aman untuk Kebutuhan Mendesak
Berikut ini beberapa cara mendapatkan modal usaha cocok dicoba oleh UMKM.
Menggunakan tabungan pribadi menjadi langkah paling sederhana untuk memulai usaha. Dengan cara ini, kamu tidak memiliki kewajiban cicilan sehingga risiko finansial lebih terkendali. Namun, penting untuk tetap menyisakan dana darurat agar kebutuhan pribadi tetap aman.
Jika kamu sudah mulai berjualan dalam skala kecil, manfaatkan keuntungan yang didapat sebagai tambahan modal. Pendekatan ini membantu bisnis tumbuh secara organik tanpa harus bergantung pada sumber dana eksternal.
Memulai dari skala kecil memungkinkan kamu menguji pasar tanpa mengeluarkan modal besar. Dari sini, kamu bisa memahami kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan strategi sebelum memperluas usaha.
Jika membutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan usaha, pinjaman modal usaha awal bisa menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan.
Kamu dapat mengajukan pinjaman melalui bank atau lembaga keuangan yang menawarkan produk kredit untuk pelaku usaha dengan suku bunga yang kompetitif. Pastikan kamu memahami jumlah pinjaman, tenor, serta kemampuan membayar agar tidak mengganggu arus kas usaha.
Jika membutuhkan tambahan modal kerja untuk mengembangkan bisnis, kamu dapat mempertimbangkan pinjaman online melalui Adapundi.
Proses pengajuan dilakukan secara online dengan syarat yang praktis, limit pinjaman yang kompetitif, serta tenor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan jumlah dana yang diajukan sesuai kebutuhan usaha agar pengelolaan keuangan tetap sehat.
Bekerja sama dengan partner memungkinkan kamu berbagi beban modal sekaligus risiko. Kamu bisa mengajak teman, keluarga, atau orang yang tertarik dengan ide bisnismu untuk ikut berinvestasi dan membantu menjalankan usaha. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan perspektif baru dalam mengembangkan bisnis.
Baca juga: Pinjaman Online Bunga Rendah Bayar Bulanan: Solusi Dana dengan Cicilan Lebih Terencana
Aset atau barang yang tidak digunakan bisa dialihkan untuk menjadi modal usaha. Cara ini membantu kamu memperoleh modal kerja tanpa harus menambah kewajiban finansial atau jaminan tertentu.
Namun pastikan perhitungan budget plan usaha kamu tepat, supaya dana dari aset yang terjual tidak terbuang sia-sia.
Saat mencari modal usaha, banyak pelaku bisnis fokus pada mendapatkan dana secepat mungkin tanpa mempertimbangkan strategi penggunaannya. Padahal, kesalahan kecil pun bisa berdampak langsung pada usaha. Berikut beberapa hal yang perlu kamu hindari:
Mengumpulkan modal tanpa arah yang jelas berisiko membuat dana tidak digunakan secara optimal. Sebelum mencari pendanaan, pastikan kamu sudah memiliki rencana usaha yang terstruktur, mulai dari target pasar, produk yang ditawarkan, hingga proyeksi pemasukan. Rencana yang matang juga dapat membantu saat mengajukan bantuan dari program pemerintah atau mencari sumber pendanaan lainnya.
Pinjaman memang bisa membantu, tetapi jika jumlahnya tidak sesuai kemampuan, justru akan membebani keuangan usaha. Sebelum melakukan pengajuan pinjaman, pahami terlebih dahulu besaran cicilan, tenor, serta bunga yang dikenakan. Dengan begitu, kamu bisa memilih pilihan pendanaan yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan bisnis.
Banyak yang beranggapan bahwa modal besar akan langsung mempercepat perkembangan usaha. Padahal, kunci utamanya ada pada bagaimana modal tersebut dikelola dan diputar secara efisien untuk menghasilkan keuntungan.
Mencampur keuangan pribadi dengan modal usaha sering membuat arus kas sulit dipantau. Dengan memisahkan keduanya sejak awal, kamu bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran dan mengetahui kondisi keuangan bisnis secara akurat. Langkah ini juga membantu ketika ingin mengajukan pendanaan ke lembaga atau mengikuti program pembiayaan yang memiliki persyaratan administrasi tertentu.
Baca juga: Pinjaman Online untuk Pedagang: Solusi Modal Usaha Cepat dan Praktis
Cara mendapatkan modal usaha tidak selalu harus dimulai dari jumlah besar. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa memulai dari sumber daya yang tersedia dan mengembangkannya secara bertahap.
Jika memutuskan menggunakan pinjaman sebagai tambahan modal usaha, berarti kamu perlu memilih tempat yang cepat, aman, dan transparan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain legalitas platform, kejelasan informasi biaya, serta proses pengajuan yang terstruktur.
Adapundi adalah solusinya. Layanan ini menyediakan pinjaman online yang dirancang dengan pengajuan mudah dan dana cair cepat. Kamu bisa mengatur nominal pinjaman dan tenor sesuai kondisi usaha, sehingga lebih fleksibel dalam menyesuaikan dengan arus kas yang kamu miliki.
Selain itu, informasi biaya dan cicilan sudah ditampilkan sejak awal, sehingga kamu bisa memperhitungkan pengeluaran dengan lebih terarah sebelum mengambil keputusan. Kamu bahkan juga bisa menghitung langsung jumlah total yang harus dibayar dengan kalkulator pinjaman Adapundi.
Yuk unduh aplikasi Adapundi untuk mendapatkan modal usaha bisnis kamu dan mulai berkembang lebih besar sekarang juga!