
Bagi pelaku UMKM, menjaga operasional usaha tetap berjalan bukan perkara mudah. Penjualan bisa naik turun, kebutuhan bahan baku tetap ada, sewa tempat harus dibayar.
Situasi inilah yang dirasakan oleh Pak Adi, pedagang es kelapa aneka rasa di Bekasi. Usaha yang sudah ia jalankan sekitar 10 tahun ini sangat bergantung pada cuaca. Saat panas, pembeli bisa ramai. Namun ketika musim hujan datang, pendapatan hariannya menurun, sementara biaya operasional tetap berjalan.
Di tengah kebutuhan dana yang sering datang mendadak, layanan pinjaman daring berizin dan diawasi OJK seperti Adapundi hadir sebagai salah satu solusi finansial yang membantu Defriadi menjaga ritme usahanya tetap berjalan.
Pak Adi memulai usaha es kelapa setelah berhenti bekerja. Berawal dari rekomendasi teman, ia mencoba berjualan es kelapa dan terus menekuninya hingga kini. Dalam perjalanannya, ia beberapa kali berpindah lokasi usaha menyesuaikan kondisi pasar, mulai dari Kranji, Cipinang, Duren Sawit, hingga akhirnya membuka kios di kawasan Bintara, Bekasi.
Sebagai pedagang minuman dingin, cuaca menjadi faktor penting bagi pendapatannya. Ketika cuaca panas, omzet bisa besar, tapi ketika hujan, pendapatannya dapat turun.
"Kalau panas pendapatan bisa 500-600 sehari. Kalau hujan ini paling 150-200. Nggak tentu", jelas Pak Adi
Kondisi itu membuat dana cepat cair menjadi penting, terutama saat usaha sedang sepi atau ada kebutuhan keluarga yang mendadak.

Awal mula Pak Adi pertama kali mengetahui Adapundi melalui iklan di media sosial, khususnya YouTube. Saat itu ia sedang berada dalam situasi mendesak saat pulang kampung.
"pertama kali mengetahui Adapundi dari media sosial, tepatnya melalui iklan yang ia lihat di YouTube. Saat itu, ia sedang berada dalam kondisi mendesak ketika pulang kampung ke Padang bersama keluarga dan kehabisan dana", cerita Pak Adi.
Pengalaman pertama itu membuat Pak Adi melihat bahwa pinjaman daring dapat menjadi pilihan ketika ada kebutuhan cepat. Baginya, proses yang sederhana dan pencairan singkat menjadi nilai penting, terutama ketika dana dibutuhkan saat itu juga.
Hal yang membuat Pak Adi puas menggunakan Adapundi adalah proses pengajuan yang cepat dan sederhana.
"Pengalaman saya di Adapundi mulai dari pendaftaran sampai pencairan itu cepat, mudah, cuman pake KTP sama foto doang."
Ia juga menjelaskan bahwa proses pencairan berlangsung cepat sangat membantu.
"Saya ajuin, terus gak nyampe lima menit, langsung cair."
Kecepatan proses di Adapundi inilah yang menurut Pak Adi sangat membantu ketika membutuhkan tanpa proses rumit.
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Pak Adi menggunakan pinjaman dari Adapundi dalam dua kesempatan berbeda.
Pertama, saat ia kehabisan dana ketika sedang pulang kampung.
"Waktu itu saya kan pulang kampung ke Padang sama keluarga. Di Padang saya kehabisan dana" ceritanya.
Kedua, untuk membantu operasional usaha saat penjualan sedang menurun.
"Saya menggunakan pinjaman yang kedua untuk menambah operasional usaha saya." jelas Pak Adi tentang pengalamannya mengajukan pinjaman di Adapundi.
Bagi pelaku usaha kecil seperti Pak Adi, Adapundi membantu sebagai dana tambahan jangka pendek. Bukan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan untuk mendukung kebutuhan mendesak dan menjaga usaha tetap berjalan.
Dalam memilih layanan pinjaman, Pak Adi mempertimbangkan dua hal utama: kemudahan pengajuan dan kecepatan pencairan. Ia menilai Adapundi memberikan pengalaman yang praktis karena prosesnya tidak berbelit dan persyaratannya sederhana.
“Pengalaman saya di Adapundi mulai dari pendaftaran sampai pencairan itu cepat, mudah, cuman pake KTP sama foto doang. Saya ajuin, terus gak nyampe lima menit, langsung cair,” kata Pak Adi.
Pak Adi juga melihat bahwa proses pengajuan pinjaman daring lebih sederhana dibanding pengajuan pinjaman konvensional yang sering kali membutuhkan banyak dokumen serta proses panjang.
“Kalau kita kepepet kan kita, oh butuh sekarang atau besok. Online kan bisa cair saat itu juga dan juga enggak terlalu banyak minta dokumen mereka tapi uang itu bisa cair cepat itu kelebihannya,” jelasnya.
Bagi Pak Adi pinjaman terutama secara online sangat membantu.
"Ini ngebantu, sesuai kebutuhan kita kalau kita lagi kepepet lagi apa ya, butuh, ngebantu" katanya.
Ia pun dengan bijak tahu bahwa pinjaman sebaiknya dipakai untuk kebutuhan prioritas, bukan untuk hidup berlebihan.
"Tapi kalau dipakai untuk kaya hidup (belanja, boros) mah itu yang nggak bisa kan yang berbahaya." ujarnya.
Pengalaman Pak Adi menunjukkan bahwa layanan pinjaman daring seperti Adapundi dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan dana cepat. Proses yang sederhana, pencairan yang cepat, serta kemudahan akses menjadi faktor utama yang membuat layanan Adapundi jadi andalan.
Namun, penggunaan pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Perjalanan Pak Adi menunjukkan bahwa pinjaman daring dapat menjadi mitra finansial bagi pelaku usaha kecil ketika digunakan secara bertanggung jawab. Bagi Pak Adi, Adapundi membantu menjaga operasional usaha es kelapanya tetap berjalan di tengah kondisi penjualan yang tidak menentu.