
PT Info Tekno Siaga (Adapundi) menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas akses keuangan yang bertanggung jawab lewat kegiatan literasi dan inklusi keuangan bertema “Kupas Inovasi Keuangan Digital: Dorong Inklusi dan Literasi Bersama Pindar” yang digelar di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa jurusan pariwisata dan pelaku UMKM di Bali. Di mana kedua segmen ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkatan literasi keuangan pada kelompok masyarakat produktif.
YLPK Bali pada 2023 pernah menyampaikan bahwa aduan mengenai pinjol ilegal datang dari beragam kelompok, mulai dari mahasiswa hingga korban PHK. Pada puncaknya, jumlah laporan bahkan disebut sempat mencapai sekitar 200-an aduan dalam sehari. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan tetap menjadi kebutuhan penting, termasuk di daerah seperti Bali yang memiliki dinamika ekonomi tinggi.
Bagi Bali yang memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata, penguatan literasi keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi semakin relevan. Kedua kelompok ini merupakan bagian dari masyarakat produktif yang terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan pembiayaan, dan risiko finansial menjadi penting agar mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan terukur.
Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Adapundi menegaskan bahwa sebagai pinjaman daring legal OJK, perannya tidak hanya sebatas menyediakan akses pembiayaan. Perusahaan juga ingin mengambil bagian dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, dan tanggung jawab dalam penggunaan layanan keuangan digital.
Adapundi berharap masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan finansial, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara tepat, sehingga manfaat layanan keuangan digital dapat dirasakan secara lebih optimal dan bertanggung jawab.
Direktur Utama Adapundi, Achmad Indrawan, yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, mengatakan, “Keputusan finansial hari ini, menentukan masa depan kita. Melalui literasi finansial yang dihadirkan Adapundi, kami berharap mahasiswa dan UMKM bisa lebih mindful dalam meminjam—lebih bijak, lebih bertanggung jawab, dan membangun perjalanan finansial yang sehat ke depan.”
Bagi kalangan mahasiswa, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini menjadi semakin penting. Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola arus kas, serta memahami konsekuensi dari keputusan pinjaman merupakan bagian dari pembentukan perilaku finansial yang sehat. Karena itu, program edukasi keuangan yang menyasar generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi keuangan masyarakat di masa mendatang.
Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Simak cuplikan wawancara Adapundi di CNBC mengenai tren penggunaan AI dalam industri fintech dan dampaknya bagi layanan keuangan. Baca selengkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme dan keterlibatan aktif selama acara menunjukkan bahwa edukasi keuangan masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah maraknya tawaran pinjaman ilegal yang kerap menimbulkan keresahan di masyarakat.
Materi yang disampaikan dalam program ini membantu peserta memahami cara memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih bijak, mengenali pentingnya memilih layanan yang legal dan terpercaya, serta mendorong penggunaan pembiayaan untuk kebutuhan yang produktif.
Bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di Bali, pemahaman tersebut menjadi semakin relevan mengingat keduanya merupakan bagian dari kelompok produktif yang terhubung erat dengan dinamika ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata.
Ketua BEM Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Bany Idris Susilo Wijaya, menyampaikan,“Program ini sangat relevan bagi kami sebagai mahasiswa yang masih belajar mengelola keuangan. Kami jadi lebih memahami pentingnya memilih layanan keuangan yang legal dan bagaimana mengambil keputusan finansial secara lebih bijak ke depannya.”
Senada dengan itu, pelaku UMKM Satyuli Prihartati mengaku program ini membuatnya lebih percaya diri dalam memanfaatkan layanan pinjaman daring untuk mendukung pengembangan usaha. “Melalui literasi finansial seperti ini, saya jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan pinjaman secara bijak untuk mendukung usaha. Program ini juga menjawab kekhawatiran saya dalam menggunakan layanan pinjaman daring, sehingga terasa lebih aman dan terarah dalam mengelola keuangan usaha,” ujar Satyuli.
Adapundi memandang bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat perlu ditopang oleh ekosistem yang berkualitas. Oleh karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung penilaian kredit yang lebih inklusif, sekaligus menjaga kualitas portofolio.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjangkau lebih banyak profil pengguna secara bertanggung jawab, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Dalam konteks tersebut, literasi keuangan memiliki peran yang sangat penting. Semakin baik tingkatan literasi keuangan masyarakat, semakin besar pula peluang terciptanya keputusan finansial yang rasional, pengelolaan pinjaman yang sehat, dan penggunaan pembiayaan yang lebih produktif.
Pemahaman atas tingkatan literasi keuangan juga menjadi landasan penting dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari ekosistem pinjaman daring di Indonesia yang telah dipercaya oleh lebih dari 30 juta pengguna, Adapundi meyakini bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan penguatan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, manfaat layanan keuangan digital dapat dirasakan secara optimal, khususnya oleh generasi muda dan pelaku UMKM.