
Adapundi meraih 8th Indonesia Top Digital PR Award 2026 atas komitmen membangun komunikasi digital yang transparan dan bertanggung jawab.
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi berpartisipasi sebagai pembicara dalam Alibaba Cloud AInnovation Day Jakarta 2026 pada 10 Juni 2026, sebuah forum teknologi yang mempertemukan pelaku industri untuk membahas perkembangan artificial intelligence (AI), serta dampaknya terhadap keamanan, kepercayaan, dan transformasi digital.
Partispasi Adapundi dalam acara ini diwakili oleh Aristama Budiono, Head of Risk. Dalam sesi bertema “AI Security: Trust Building in the Agentic Era”, Aris, berbagi perspektif mengenai tantangan keamanan digital yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan AI.
Dalam sesi tersebut, Aris menyoroti bahwa tantangan keamanan digital dalam beberapa tahun terakhir telah bergerak melampaui pola fraud konvensional. Teknologi AI kini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan bentuk serangan yang lebih canggih, seperti deepfake, voice cloning, synthetic identity, hingga penyalahgunaan dokumen identitas digital.
“Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kami melihat adanya pergeseran dari pola penipuan tradisional menuju serangan yang semakin berbasis AI. Risiko seperti deepfake, kloning suara, dan identitas sintetis membuat proses verifikasi tidak lagi dapat hanya bergantung pada kata sandi, CAPTCHA dasar, atau pemeriksaan dokumen sederhana,” ujar Aris, Head of Risk Adapundi.
Menurut Aris, perubahan tersebut menuntut industri fintech untuk membangun pendekatan keamanan yang lebih adaptif dan real-time. Hal ini menjadi semakin penting di era agentic AI, ketika sistem dan agen berbasis AI dapat menjadi tools pendukung pengambilan keputusan, di bawah kerangka governance yang jelas serta akuntabilitas manusia.

Sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko, Adapundi mengadopsi teknologi Identity Verification (IDV) berbasis biometrik dan liveness detection untuk memperkuat proses identifikasi pengguna. Teknologi ini membantu memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan terhadap individu yang valid dan hadir secara langsung, sehingga dapat menekan risiko penggunaan identitas palsu, manipulasi data, maupun penyalahgunaan identitas.
“Bagi kami, identitas adalah pintu depan dari kepercayaan digital. Jika pelaku fraud berhasil melewati proses verifikasi menggunakan deepfake atau identitas sintetis, maka risiko di tahap berikutnya dapat menjadi jauh lebih besar. Karena itu, IDV, biometrik, dan liveness detection menjadi lapisan penting dalam memperkuat proses onboarding dan mitigasi risiko,” tambah Aris.
Melalui penerapan teknologi tersebut, Adapundi berupaya menjaga keseimbangan antara kecepatan layanan digital dan kualitas pengendalian risiko. Verifikasi identitas yang lebih akurat menjadi bagian penting dalam mendukung proses onboarding pengguna secara aman, efisien, dan bertanggung jawab.
Dalam diskusi tersebut, Aris juga menekankan bahwa keamanan digital tidak seharusnya dipandang sebagai penghambat inovasi. Sebaliknya, keamanan yang dirancang sejak awal dapat menjadi fondasi bagi perusahaan fintech untuk mengadopsi teknologi baru dengan lebih percaya diri dan sustainable.
“Keamanan tidak boleh menghambat inovasi, tetapi inovasi juga tidak boleh berjalan tanpa keamanan sejak hari pertama. Dalam konteks AI, pendekatan yang bertahap menjadi penting: mulai dari penguatan identitas melalui IDV, kemudian memperkuat infrastruktur, hingga membangun keamanan AI yang mampu merespons risiko secara real-time,” jelas Aris.
Partisipasi Adapundi dalam Alibaba Cloud AInnovation Day Jakarta 2026 mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan berkontribusi dalam diskusi industri terkait AI security. Melalui forum ini, Adapundi turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku fintech, penyedia teknologi, regulator, dan komunitas teknologi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang aman, terpercaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sejalan dengan perkembangan layanan keuangan digital, Adapundi terus memperkuat pendekatan pengelolaan risiko melalui pemanfaatan teknologi yang relevan dan terukur. Dengan mengintegrasikan kapabilitas AI, verifikasi identitas digital, biometrik, dan liveness detection, Adapundi berupaya membangun fondasi kepercayaan yang mendukung layanan keuangan digital yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.