Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.

Literasi keuangan menjadi kemampuan penting dalam kehidupan sehari-hari karena berkaitan dengan cara seseorang mengelola keuangan pribadi secara bijak. Pemahaman ini membantu individu mengatur penghasilan, pengeluaran, tabungan, investasi, hingga memilih produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan.
Dengan memiliki literasi finansial yang baik, masyarakat dapat membuat keputusan keuangan lebih tepat serta memahami hak dan kewajiban saat menggunakan layanan dari lembaga keuangan. Artikel ini akan membahas pengertian, manfaat, indikator, serta cara meningkatkan literasi keuangan.
Literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman seseorang dalam mengelola kondisi keuangan agar dapat mengambil keputusan finansial yang tepat. Literasi ini mencakup kemampuan memahami informasi terkait produk keuangan, mengatur uang, serta menggunakan jasa keuangan secara bertanggung jawab.
Dalam konteks masyarakat Indonesia, tingkat literasi keuangan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan masyarakat. Semakin baik pemahaman seseorang terhadap konsep keuangan, semakin besar peluang untuk mencapai kesejahteraan melalui perencanaan yang matang.
Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran agar Tidak Boncos di Bulan Berikutnya
Manfaat literasi keuangan membantu seseorang memahami bahwa pinjaman merupakan keputusan keuangan yang perlu dipertimbangkan secara menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan. Sebelum pengambilan keputusan dalam mengajukan pinjaman, penting untuk mengetahui kemampuan membayar, biaya yang muncul, serta risiko yang mungkin terjadi, dan melakukan perencanaan keuangan.
Memiliki pemahaman mengenai produk keuangan juga membantu seseorang memilih layanan pendanaan yang legal dan sesuai kebutuhan, sehingga keputusan pengambilan dana dapat dilakukan secara lebih bijak.
Pinjaman bukanlah tambahan uang yang bisa digunakan tanpa batas, melainkan dana yang memiliki kewajiban untuk dikembalikan sesuai perjanjian. Oleh karena itu, setiap orang perlu memahami bahwa pinjaman harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi.
Mengambil pinjaman tanpa melakukan perencanaan dapat menyebabkan berbagai risiko finansial. Beberapa dampaknya antara lain:
Cicilan menumpuk karena jumlah pinjaman tidak sesuai kemampuan.
Keterlambatan pembayaran yang dapat menimbulkan biaya tambahan.
Arus kas bulanan terganggu karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
Kesulitan memenuhi kebutuhan lain dalam jangka panjang.
Baca juga: Risiko Kredit: Apa Itu, Jenis-Jenisnya, dan Strategi Mengelola dengan Bijak
Sebelum memilih produk pinjaman, perhatikan beberapa hal berikut:
Pastikan kebutuhan dana sudah jelas.
Ajukan nominal sesuai kemampuan membayar.
Hitung cicilan agar tidak mengganggu kebutuhan pokok.
Pahami tenor dan biaya yang terkait.
Pilih lembaga keuangan atau layanan digital yang resmi dan terpercaya.
Jika Anda ingin mencari opsi pinjaman dana cepat yang praktis namun tetap aman, ada baiknya mulai membandingkan layanan yang sudah berizin dan transparan sejak awal seperti Adapundi.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan menggambarkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep dan produk keuangan. Indikator literasi dapat menjadi acuan untuk melihat sejauh mana seseorang mampu mengelola keuangan dan menggunakan layanan jasa keuangan.
Beberapa indikator utama literasi keuangan meliputi:
Pengetahuan: kemampuan memahami informasi dasar terkait keuangan, produk, layanan, serta instrumen seperti tabungan dan investasi.
Keterampilan: kemampuan menerapkan pengetahuan keuangan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membuat perencanaan dan pengelolaan uang.
Kepercayaan terhadap lembaga jasa keuangan: keyakinan masyarakat terhadap lembaga yang menyediakan layanan keuangan secara legal.
Pengambilan tindakan: kemampuan mengambil keputusan yang memberikan dampak positif terhadap kondisi finansial.
Peningkatan literasi juga membutuhkan edukasi keuangan secara berkelanjutan agar literasi keuangan masyarakat mampu memahami berbagai produk dan layanan yang tersedia.
Sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman, seseorang perlu mengevaluasi kondisi keuangan pribadi terlebih dahulu. Langkah ini membantu memastikan dana pinjaman dapat dikelola dengan baik tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.
Mulailah dengan mengetahui jumlah pemasukan yang benar-benar diterima setiap bulan. Perhitungan dapat mencakup:
Gaji utama.
Pendapatan usaha atau pekerjaan sampingan.
Pendapatan pasangan.
Penghasilan tidak tetap yang masih dapat diperhitungkan.
Memahami pola pengeluaran membantu menentukan kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan. Pisahkan kebutuhan utama dan pengeluaran tambahan, seperti:
Pengeluaran wajib: makan sehari-hari, transportasi, pendidikan anak-anak, cicilan berjalan, listrik dan internet.
Pengeluaran tidak wajib: hiburan, belanja tambahan, keinginan pribadi, pengeluaran impulsif, dan aktivitas rekreasi
Dengan pengelolaan keuangan yang rapi, seseorang dapat melihat apakah masih memiliki ruang untuk memenuhi kewajiban pinjaman.
Sisa uang setelah memenuhi kebutuhan pokok menjadi indikator penting sebelum meminjam. Jangan hanya melihat limit pinjaman yang tersedia, tetapi pastikan terdapat dana aman untuk membayar cicilan secara konsisten.
Menentukan batas cicilan membantu menjaga keseimbangan keuangan. Rumus sederhana yang dapat digunakan:
Kemampuan cicilan = pemasukan bersih - kebutuhan pokok - cicilan berjalan - dana darurat minimum
Perhitungan ini membantu seseorang mengambil keputusan sesuai kemampuan dan menghindari risiko keuangan yang tidak diinginkan.
Meningkatkan literasi keuangan bukan hanya tentang mengetahui cara menggunakan uang, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan pemahaman yang cukup, individu dapat merencanakan masa depan, memilih produk keuangan sesuai kebutuhan, serta menghadapi berbagai kondisi ekonomi dengan lebih siap.
Baca juga: 11 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Efisien
Literasi keuangan yang baik membantu Anda mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, termasuk saat membutuhkan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan penting. Oleh karena itu, penting untuk memilih layanan keuangan yang legal, transparan, dan tepercaya.
Adapundi hadir sebagai layanan pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi OJK. Proses pengajuan dilakukan secara praktis tanpa jaminan, cukup menggunakan KTP dan nomor HP. Anda juga dapat menikmati bunga harian rendah mulai dari 0,03% dengan proses yang cepat dan transparan.
Download aplikasi Adapundi sekarang melalui Play Store atau App Store untuk mendapatkan solusi pendanaan yang aman sekaligus mendukung pengelolaan keuangan yang lebih bijak.
Referensi:
https://ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/Pages/literasi-keuangan.aspx