Cara Menghitung Gaji UMR per Hari dengan Perhitungan yang Tepat

Memahami cara menghitung gaji UMR per hari penting bagi karyawan maupun perusahaan. Perhitungan ini biasanya digunakan untuk menentukan upah pekerja harian, karyawan yang bekerja tidak penuh dalam satu bulan, hingga perhitungan gaji prorata ketika seseorang mulai bekerja di tengah bulan.
Pada dasarnya, perhitungan gaji harian dari UMR atau UMK mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, simak di bawah ini!
Perhitungan UMR Harian
Pemerintah telah mengatur mengenai pekerja harian, yaitu pekerja yang dipekerjakan untuk jenis pekerjaan tertentu yang sifatnya berubah-ubah. Perubahan ini dapat terjadi baik dari segi jumlah pekerjaan maupun waktu kerja.
Pembayaran gaji pekerja tersebut dilakukan berdasarkan kehadiran sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) PP 35 Tahun 2021.
Dalam praktiknya, sistem pengupahan karyawan dapat ditetapkan berdasarkan beberapa hal berikut:
- Satuan waktu, seperti per jam, harian, mingguan, atau bulanan
- Satuan hasil, yaitu berdasarkan jumlah pekerjaan atau target yang berhasil diselesaikan
Baca Juga: Pinjaman Online untuk Usaha Kecil sebagai Solusi Modal Usaha
Peraturan Tentang Perhitungan Gaji Harian
Dalam Pasal 17 PP Pengupahan, dijelaskan bahwa perhitungan upah harian dapat dilakukan berdasarkan sistem kerja yang digunakan perusahaan.
Jika upah ditetapkan secara harian, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
- Perusahaan dengan sistem kerja 6 hari dalam seminggu
- Upah sebulan dibagi 25 hari kerja
- Perusahaan dengan sistem kerja 5 hari dalam seminggu
- Upah sebulan dibagi 21 hari kerja
Contohnya, jika seseorang menerima gaji bulanan sebesar Rp4.200.000 dan perusahaan menggunakan sistem kerja 5 hari dalam seminggu, maka perhitungan gaji harian dapat dilakukan dengan cara:
Rp4.200.000 ÷ 21 = Rp200.000 per hari
Dengan perhitungan tersebut, kamu bisa mengetahui estimasi penghasilan yang diterima setiap hari kerja.
Cara Menghitung Gaji per Jam
Selain gaji harian, terkadang perusahaan juga menggunakan sistem perhitungan gaji berdasarkan jam kerja.
Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, rumus perhitungan gaji per jam adalah sebagai berikut:
Gaji per jam = 1/173 x gaji sebulan
Angka 173 berasal dari rata-rata jumlah jam kerja dalam satu bulan.
Sebagai contoh, jika gaji bulanan seorang karyawan adalah Rp4.200.000, maka perhitungannya adalah:
1/173 × Rp4.200.000 = sekitar Rp24.277 per jam
Dengan mengetahui nilai tersebut, kamu dapat menghitung penghasilan berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukan.
Baca Juga: Ini 7 Tips Mengatur Keuangan saat Lebaran agar Tetap Aman!
Menghitung Jumlah Jam Kerja
Dalam sistem kerja standar, waktu kerja normal adalah 8 jam per hari dan 5 hari kerja dalam seminggu. Dengan demikian, total waktu kerja ideal adalah sekitar 40 jam per minggu.
Untuk menghitung total jam kerja, kamu dapat menggunakan rumus berikut:
Jumlah Jam Kerja = Jumlah Hari Kerja × Jumlah Jam Kerja per Hari
Misalnya, jika seseorang bekerja selama 10 hari dengan durasi 8 jam per hari, maka total jam kerja adalah:
10 × 8 = 80 jam kerja.
Menghitung Gaji Prorata
Gaji prorata biasanya digunakan ketika karyawan tidak bekerja penuh dalam satu bulan, misalnya karena baru mulai bekerja atau mengundurkan diri sebelum akhir bulan.
Perhitungan gaji prorata dapat dilakukan dengan dua cara.
Cara pertama:
Gaji Pro Rata = Jumlah Jam Kerja × Gaji per Jam
Cara kedua:
Jumlah Hari × Jam Kerja × 1/173 × Gaji Sebulan
Dengan metode ini, kamu bisa menghitung gaji yang lebih adil sesuai dengan jumlah waktu kerja yang benar-benar dilakukan.
7 Cara Menentukan Alokasi Gaji UMR per Hari
Setelah memahami cara menghitung gaji harian dari UMR, langkah selanjutnya adalah mengelola penghasilan tersebut dengan bijak.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
1. Ketahui Besaran UMR atau UMK yang Berlaku
Langkah pertama adalah mengetahui besaran UMR atau UMK yang berlaku di daerah tempat kamu bekerja. Setiap wilayah memiliki standar upah minimum yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahui angka yang berlaku.
Dengan memahami nilai UMR tersebut, kamu dapat memperkirakan penghasilan harian yang akan diterima.
2. Tentukan Sistem Kerja dalam Sebulan
Sistem kerja perusahaan juga memengaruhi perhitungan gaji harian. Beberapa perusahaan menerapkan sistem kerja 5 hari seminggu, sementara yang lain menggunakan 6 hari kerja.
Perbedaan ini akan memengaruhi jumlah hari kerja dalam sebulan dan secara langsung memengaruhi nilai gaji harian.
3. Hitung Total Hari Kerja dalam Sebulan
Setelah mengetahui sistem kerja perusahaan, kamu dapat menghitung total hari kerja dalam sebulan.
Sebagai gambaran umum:
- Sistem kerja 5 hari → sekitar 21 hari kerja
- Sistem kerja 6 hari → sekitar 25 hari kerja
Dengan mengetahui jumlah hari kerja tersebut, kamu dapat memperkirakan penghasilan harian secara lebih akurat.
4. Gunakan Rumus Dasar Gaji Harian
Langkah berikutnya adalah menggunakan rumus dasar perhitungan gaji harian.
Rumus yang paling umum digunakan adalah:
Gaji Harian = Gaji Bulanan ÷ Jumlah Hari Kerja
Rumus ini cukup sederhana dan sering digunakan dalam perhitungan upah pekerja harian.
Baca Juga: Tempat Pinjam Uang Pribadi Aman & Cepat Cair
5. Sesuaikan dengan Kebijakan Perusahaan
Meskipun terdapat aturan dasar dari pemerintah, setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan internal terkait sistem pengupahan.
Misalnya, beberapa perusahaan memberikan tunjangan tambahan atau menggunakan sistem perhitungan yang sedikit berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebijakan perusahaan tempat kamu bekerja.
6. Perhitungkan Potongan atau Tunjangan
Dalam praktiknya, gaji yang diterima tidak selalu sama dengan nominal dasar UMR. Hal ini karena terdapat beberapa komponen tambahan seperti:
- Tunjangan tetap
- Tunjangan transportasi
- Potongan BPJS atau pajak
Komponen tersebut dapat memengaruhi total penghasilan yang kamu terima.
7. Lakukan Simulasi Perhitungan Secara Mandiri
Agar lebih memahami sistem penggajian, kamu dapat mencoba melakukan simulasi perhitungan secara mandiri.
Dengan menghitung sendiri estimasi gaji harian atau gaji per jam, kamu dapat memastikan bahwa penghasilan yang diterima sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghitung Gaji Harian dari UMR
Perhitungan gaji harian memang terlihat sederhana, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar hasilnya tetap akurat.
1. Jumlah Hari Kerja Setiap Perusahaan Bisa Berbeda
Tidak semua perusahaan memiliki sistem kerja yang sama. Ada perusahaan yang menerapkan sistem kerja 5 hari, tetapi ada juga yang masih menggunakan sistem kerja 6 hari.
Perbedaan ini tentu akan memengaruhi perhitungan gaji harian yang diterima oleh karyawan.
2. Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap Bisa Mempengaruhi Perhitungan
Beberapa perusahaan memberikan tunjangan tambahan yang bersifat tetap maupun tidak tetap. Contohnya seperti tunjangan makan, transportasi, atau tunjangan jabatan.
Tunjangan ini dapat memengaruhi jumlah gaji yang diterima setiap bulan dan secara tidak langsung juga memengaruhi perhitungan gaji per hari.
3. Sistem Absensi Berpengaruh pada Gaji yang Diterima
Kehadiran karyawan juga menjadi faktor penting dalam sistem penggajian, terutama bagi pekerja harian.
Jika seorang karyawan tidak hadir atau mengambil cuti tanpa keterangan, maka jumlah gaji yang diterima bisa saja berkurang sesuai dengan jumlah hari kerja yang tidak dipenuhi.
Oleh karena itu, sistem absensi menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan gaji harian.
Butuh Dana Tambahan? Ajukan Pinjaman Digital di Adapundi
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kebutuhan mendesak dapat muncul di luar perencanaan keuangan. Ketika hal tersebut terjadi, kamu mungkin membutuhkan akses dana tambahan yang cepat dan praktis.
Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan layanan pinjaman digital yang aman dan tepercaya seperti Adapundi.
Adapundi merupakan platform pinjaman digital yang legal, transparan, dan mudah diakses. Layanan ini juga berizin dan diawasi oleh OJK serta resmi tergabung dalam AFPI, sehingga memberikan rasa aman bagi penggunanya.
Melalui aplikasi Adapundi, kamu dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan dengan proses yang praktis. Pengajuan dapat dilakukan secara online hanya dengan menggunakan KTP dan nomor HP aktif, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan sederhana.
Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengajukan pinjaman melalui aplikasi Adapundi.
Referensi:
https://www.hukumonline.com/klinik/a/begini-cara-menghitung-upah-pekerja-harian-lt531ffe7aec517/
https://www.talenta.co/blog/cara-menghitung-cara-hitung-gaji-karyawan-per-jam-harian-perhari/
