
Adapundi menggelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan menyalurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro sebagai komitmen inklusivitas sosial.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Simak cuplikan wawancara Adapundi di CNBC mengenai tren penggunaan AI dalam industri fintech dan dampaknya bagi layanan keuangan. Baca selengkapnya.
Memahami cara menghitung gaji UMR per hari penting bagi karyawan maupun perusahaan. Perhitungan ini biasanya digunakan untuk menentukan upah pekerja harian, karyawan yang bekerja tidak penuh dalam satu bulan, hingga perhitungan gaji prorata ketika seseorang mulai bekerja di tengah bulan.
Pada dasarnya, perhitungan gaji harian dari UMR atau UMK mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, simak di bawah ini!
Pemerintah telah mengatur mengenai pekerja harian, yaitu pekerja yang dipekerjakan untuk jenis pekerjaan tertentu yang sifatnya berubah-ubah. Perubahan ini dapat terjadi baik dari segi jumlah pekerjaan maupun waktu kerja.
Pembayaran gaji pekerja tersebut dilakukan berdasarkan kehadiran sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) PP 35 Tahun 2021.
Dalam praktiknya, sistem pengupahan karyawan dapat ditetapkan berdasarkan beberapa hal berikut:
Baca Juga: Pinjaman Online untuk Usaha Kecil sebagai Solusi Modal Usaha
Dalam Pasal 17 PP Pengupahan, dijelaskan bahwa perhitungan upah harian dapat dilakukan berdasarkan sistem kerja yang digunakan perusahaan.
Jika upah ditetapkan secara harian, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
Contohnya, jika seseorang menerima gaji bulanan sebesar Rp4.200.000 dan perusahaan menggunakan sistem kerja 5 hari dalam seminggu, maka perhitungan gaji harian dapat dilakukan dengan cara:
Rp4.200.000 ÷ 21 = Rp200.000 per hari
Dengan perhitungan tersebut, kamu bisa mengetahui estimasi penghasilan yang diterima setiap hari kerja.
Selain gaji harian, terkadang perusahaan juga menggunakan sistem perhitungan gaji berdasarkan jam kerja.
Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, rumus perhitungan gaji per jam adalah sebagai berikut:
Gaji per jam = 1/173 x gaji sebulan
Angka 173 berasal dari rata-rata jumlah jam kerja dalam satu bulan.
Sebagai contoh, jika gaji bulanan seorang karyawan adalah Rp4.200.000, maka perhitungannya adalah:
1/173 × Rp4.200.000 = sekitar Rp24.277 per jam
Dengan mengetahui nilai tersebut, kamu dapat menghitung penghasilan berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukan.
Baca Juga: Ini 7 Tips Mengatur Keuangan saat Lebaran agar Tetap Aman!
Dalam sistem kerja standar, waktu kerja normal adalah 8 jam per hari dan 5 hari kerja dalam seminggu. Dengan demikian, total waktu kerja ideal adalah sekitar 40 jam per minggu.
Untuk menghitung total jam kerja, kamu dapat menggunakan rumus berikut:
Jumlah Jam Kerja = Jumlah Hari Kerja × Jumlah Jam Kerja per Hari
Misalnya, jika seseorang bekerja selama 10 hari dengan durasi 8 jam per hari, maka total jam kerja adalah:
10 × 8 = 80 jam kerja.
Gaji prorata biasanya digunakan ketika karyawan tidak bekerja penuh dalam satu bulan, misalnya karena baru mulai bekerja atau mengundurkan diri sebelum akhir bulan.
Perhitungan gaji prorata dapat dilakukan dengan dua cara.
Cara pertama:
Gaji Pro Rata = Jumlah Jam Kerja × Gaji per Jam
Cara kedua:
Jumlah Hari × Jam Kerja × 1/173 × Gaji Sebulan
Dengan metode ini, kamu bisa menghitung gaji yang lebih adil sesuai dengan jumlah waktu kerja yang benar-benar dilakukan.
Setelah memahami cara menghitung gaji harian dari UMR, langkah selanjutnya adalah mengelola penghasilan tersebut dengan bijak.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
Langkah pertama adalah mengetahui besaran UMR atau UMK yang berlaku di daerah tempat kamu bekerja. Setiap wilayah memiliki standar upah minimum yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahui angka yang berlaku.
Dengan memahami nilai UMR tersebut, kamu dapat memperkirakan penghasilan harian yang akan diterima.
Sistem kerja perusahaan juga memengaruhi perhitungan gaji harian. Beberapa perusahaan menerapkan sistem kerja 5 hari seminggu, sementara yang lain menggunakan 6 hari kerja.
Perbedaan ini akan memengaruhi jumlah hari kerja dalam sebulan dan secara langsung memengaruhi nilai gaji harian.
Setelah mengetahui sistem kerja perusahaan, kamu dapat menghitung total hari kerja dalam sebulan.
Sebagai gambaran umum:
Dengan mengetahui jumlah hari kerja tersebut, kamu dapat memperkirakan penghasilan harian secara lebih akurat.
Langkah berikutnya adalah menggunakan rumus dasar perhitungan gaji harian.
Rumus yang paling umum digunakan adalah:
Gaji Harian = Gaji Bulanan ÷ Jumlah Hari Kerja
Rumus ini cukup sederhana dan sering digunakan dalam perhitungan upah pekerja harian.
Baca Juga: Tempat Pinjam Uang Pribadi Aman & Cepat Cair
Meskipun terdapat aturan dasar dari pemerintah, setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan internal terkait sistem pengupahan.
Misalnya, beberapa perusahaan memberikan tunjangan tambahan atau menggunakan sistem perhitungan yang sedikit berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebijakan perusahaan tempat kamu bekerja.
Dalam praktiknya, gaji yang diterima tidak selalu sama dengan nominal dasar UMR. Hal ini karena terdapat beberapa komponen tambahan seperti:
Komponen tersebut dapat memengaruhi total penghasilan yang kamu terima.
Agar lebih memahami sistem penggajian, kamu dapat mencoba melakukan simulasi perhitungan secara mandiri.
Dengan menghitung sendiri estimasi gaji harian atau gaji per jam, kamu dapat memastikan bahwa penghasilan yang diterima sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perhitungan gaji harian memang terlihat sederhana, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar hasilnya tetap akurat.
Tidak semua perusahaan memiliki sistem kerja yang sama. Ada perusahaan yang menerapkan sistem kerja 5 hari, tetapi ada juga yang masih menggunakan sistem kerja 6 hari.
Perbedaan ini tentu akan memengaruhi perhitungan gaji harian yang diterima oleh karyawan.
Beberapa perusahaan memberikan tunjangan tambahan yang bersifat tetap maupun tidak tetap. Contohnya seperti tunjangan makan, transportasi, atau tunjangan jabatan.
Tunjangan ini dapat memengaruhi jumlah gaji yang diterima setiap bulan dan secara tidak langsung juga memengaruhi perhitungan gaji per hari.
Kehadiran karyawan juga menjadi faktor penting dalam sistem penggajian, terutama bagi pekerja harian.
Jika seorang karyawan tidak hadir atau mengambil cuti tanpa keterangan, maka jumlah gaji yang diterima bisa saja berkurang sesuai dengan jumlah hari kerja yang tidak dipenuhi.
Oleh karena itu, sistem absensi menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan gaji harian.
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kebutuhan mendesak dapat muncul di luar perencanaan keuangan. Ketika hal tersebut terjadi, kamu mungkin membutuhkan akses dana tambahan yang cepat dan praktis.
Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan layanan pinjaman digital yang aman dan tepercaya seperti Adapundi.
Adapundi merupakan platform pinjaman digital yang legal, transparan, dan mudah diakses. Layanan ini juga berizin dan diawasi oleh OJK serta resmi tergabung dalam AFPI, sehingga memberikan rasa aman bagi penggunanya.
Melalui aplikasi Adapundi, kamu dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan dengan proses yang praktis. Pengajuan dapat dilakukan secara online hanya dengan menggunakan KTP dan nomor HP aktif, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan sederhana.
Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengajukan pinjaman melalui aplikasi Adapundi.
Referensi:
https://www.hukumonline.com/klinik/a/begini-cara-menghitung-upah-pekerja-harian-lt531ffe7aec517/
https://www.talenta.co/blog/cara-menghitung-cara-hitung-gaji-karyawan-per-jam-harian-perhari/