Adapundi menggelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan menyalurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro sebagai komitmen inklusivitas sosial.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.

Mengatur keuangan saat Lebaran sering terasa menantang karena pengeluaran biasanya meningkat dalam waktu singkat. Mulai dari kebutuhan ibadah, belanja keluarga, mudik, hingga berbagi dengan kerabat, semuanya membutuhkan persiapan finansial yang matang.
Tanpa strategi yang jelas, saldo tabungan bisa cepat berkurang bahkan sebelum libur panjang selesai. Lewat artikel ini, kamu akan memahami cara praktis mengatur keuangan saat Lebaran agar tetap stabil tanpa mengurangi makna kebersamaan.
Agar pengeluaran tetap terkendali, kamu perlu strategi yang bisa diterapkan sejak sebelum Ramadhan berakhir. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu kamu menjaga kondisi finansial tetap aman:
Anggaran Lebaran sebaiknya dibuat berdasarkan pengeluaran tahun sebelumnya dan kondisi finansial saat ini. Hindari membuat anggaran berdasarkan keinginan, tetapi fokus pada kebutuhan utama.
Kamu bisa mulai dengan membagi kebutuhan seperti konsumsi, transportasi, THR keluarga, dan kebutuhan ibadah. Misalnya kamu memiliki dana Lebaran sebesar Rp5.000.000, kamu bisa membaginya seperti ini:
Dengan pembagian seperti ini, kamu tetap punya kontrol atas arus pengeluaran. Jika ada kebutuhan tambahan, kamu bisa menyesuaikan dari pos yang paling fleksibel tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Mencampur THR dengan gaji bulanan sering membuat pengeluaran sulit dikontrol. Memisahkan dana THR membantu kamu melihat batas penggunaan dana khusus Lebaran secara lebih jelas.
Cara sederhana seperti menyimpan THR di rekening berbeda bisa membantu kamu lebih disiplin dalam menggunakan dana tersebut.
Kebutuhan ibadah dan zakat sebaiknya menjadi alokasi awal sebelum mengatur pengeluaran lainnya. Cara ini membantu kamu memastikan kewajiban tetap terpenuhi tanpa mengganggu kebutuhan lain.
Selain itu, pengalokasian sejak awal membuat pengelolaan keuangan terasa lebih terstruktur.
Belanja mendekati hari raya biasanya membuat harga lebih tinggi dan pilihan barang lebih terbatas. Dengan belanja lebih awal, kamu punya waktu membandingkan harga dan menyesuaikan dengan anggaran.
Cara ini juga membantu menghindari belanja impulsif karena terburu buru.
Mudik sering menjadi komponen pengeluaran terbesar saat Lebaran. Karena itu, budget mudik perlu direncanakan sejak awal.
Hitung biaya transportasi, konsumsi perjalanan, dan dana cadangan selama perjalanan. Perencanaan ini membantu kamu menghindari pengeluaran mendadak selama perjalanan.
Walaupun sudah membuat anggaran, kebutuhan mendadak tetap bisa muncul. Dana darurat membantu kamu tetap tenang saat menghadapi kondisi tidak terduga.
Dana darurat tidak harus besar, tetapi cukup untuk menutup kebutuhan penting jika terjadi situasi mendadak.
Setelah Lebaran selesai, luangkan waktu untuk mengevaluasi pengeluaran. Catatan ini berguna untuk membuat perencanaan yang lebih baik di tahun berikutnya.
Dengan evaluasi sederhana, kamu bisa mengetahui pengeluaran mana yang bisa dikurangi atau dioptimalkan.
Secara umum, perencanaan keuangan Lebaran bisa dibagi ke dalam beberapa kategori. Persentase ini bukan angka baku, tetapi gambaran praktik yang cukup realistis.
Skema ini membantu kamu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang. Kamu tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa mengorbankan stabilitas finansial setelahnya.
Ramadan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga momen untuk berbagi kebahagiaan dan menciptakan pengalaman yang lebih bermakna. Untuk menambah semangat selama bulan suci, kamu bisa ikut berbagai program Ramadan Adapundi berikut ini:
Ingin coba? Cek Instagram Resmi Adapundi untuk tetap menikmati momen Ramadan dengan lebih seru, tetap produktif, dan tetap sejalan dengan semangat berbagi selama bulan suci.
Mengatur keuangan saat Lebaran bukan berarti kamu harus menahan semua pengeluaran. Yang terpenting adalah memastikan setiap pengeluaran sesuai prioritas dan tidak mengganggu kondisi finansial setelah hari raya selesai.
Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa tetap menjalani Lebaran dengan nyaman, memenuhi kebutuhan keluarga, serta menjaga kestabilan keuangan untuk bulan bulan berikutnya.
Jika ada kebutuhan mendadak yang muncul di luar rencana, penting untuk memilih solusi finansial yang transparan, jelas, dan sesuai regulasi agar kamu tetap merasa aman saat menggunakannya.
Kamu bisa memanfaatkan layanan pinjaman bunga ringan dari Adapundi. Dengan bunga harian mulai dari 0,03% dan tenor hingga 12 bulan, layanan ini dirancang untuk proses transparan dan mudah dipahami, sehingga kamu bisa tetap tenang menjalani Lebaran tanpa tekanan finansial.
Kamu bisa mulai dengan cek berapa jumlah pembayaran pinjaman di website Adapundi dengan simulasi pengajuan pinjaman. Pastikan kamu memahami informasi layanan secara menyeluruh sebelum menggunakan, sehingga keputusan finansial tetap sesuai dengan rencana keuangan kamu.
Tunggu apalagi? Download Adapundi sekarang dan nikmati kemudahan pengajuan pinjaman yang aman dan mudah!
Resume:
Referensi: