Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.

Usaha donat rumahan menjadi salah satu pilihan bisnis paling realistis untuk pemula di tahun 2026. Dengan investasi modal usaha donat awal hanya Rp5 juta, kamu sudah bisa memproduksi donat berkualitas, menjual ke tetangga, sekolah, kantor, atau melalui marketplace dan media sosial.
Permintaan donat di Indonesia tetap stabil sepanjang tahun karena cocok untuk camilan harian, acara ulang tahun, hingga pre-order event.
Bisnis ini sangat cocok bagi ibu rumah tangga, karyawan yang ingin side income, atau siapa saja yang ingin memulai usaha dari rumah tanpa harus menyewa tempat. Proses pembuatannya relatif sederhana, margin keuntungan tinggi, dan bisa dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan modal.
Bisnis donat rumahan menawarkan banyak keuntungan bagi pelaku usaha kecil. Selain modal awal yang tidak terlalu besar, kamu bisa mengatur waktu sendiri dan memaksimalkan penghasilan tambahan.
Berbeda dengan membuka kafe atau franchise yang butuh puluhan juta rupiah, modal awal usaha donat rumahan bisa dimulai hanya dari Rp5 juta. Uang tersebut sudah mencakup peralatan dasar, bahan baku pertama, kemasan, dan promosi awal.
Cocok sekali untuk pemula yang belum berani ambil risiko besar.
Kamu tidak perlu menyewa ruko atau gerai. Dapur rumah sudah cukup untuk memproduksi 50–150 pcs donat per hari. Ini menghemat biaya operasional secara signifikan dan memberikan fleksibilitas waktu penuh.
Harga pokok produksi (HPP) per donat biasanya Rp2.000–Rp2.500. Kamu bisa menjual dengan harga Rp4.500–Rp7.000 per pcs tergantung varian dan topping. Margin bersih bisa mencapai 50–65%. Jika menjual 80 pcs/hari, potensi omset harian Rp360.000–Rp560.000 dengan keuntungan bersih Rp180.000–Rp350.000/hari.
Donat termasuk camilan favorit masyarakat Indonesia. Permintaan selalu ada, baik di hari biasa maupun saat musim libur, ulang tahun, atau event sekolah. Bahkan di era digital, donat viral di TikTok dan Instagram terus meningkatkan penjualan.
Setelah stabil, kamu bisa menambah varian rasa, membuka cabang kecil, atau bahkan menjual franchise. Banyak brand donat rumahan yang awalnya hanya modal Rp5 juta kini sudah memiliki puluhan reseller dan omzet puluhan juta per bulan.
Berikut rincian modal usaha donat rumahan yang realistis untuk skala kecil hingga menengah (produksi 80–150 pcs/hari).
| No | Komponen Modal | Estimasi Biaya (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Peralatan Dapur & Mesin | 2.500.000 | Mixer listrik, penggorengan listrik, cetakan donat, timbangan digital, loyang |
| 2 | Bahan Baku Awal | 1.200.000 | Tepung protein tinggi 10 kg, gula, ragi, telur, margarin, minyak goreng, topping (coklat, keju, matcha, dll) |
| 3 | Kemasan dan Branding Sederhana | 400.000 | Box kertas, plastik opp, stiker label, kartu nama, desain logo |
| 4 | Biaya Promosi Awal | 500.000 | Iklan Instagram & Facebook, setup WhatsApp Business, ongkos kirim pertama |
| 5 | Cadangan Operasional 1 Bulan | 400.000 | Listrik, gas, kemasan tambahan, dan buffer jika ada kerusakan |
| Total | Rp5.000.000 | Mulai dari Rp5 juta | Sudah cukup untuk beroperasi 3–4 minggu pertama |
Catatan: ini adalah estimasi semata, pethitungan real dapat berbeda.
Modal usaha donat rumahan biasanya digunakan untuk hal-hal berikut:
Agar modal tidak cepat habis, berikut strategi pengelolaan yang efektif.
1. Mulai dengan Skala Kecil
Jangan langsung beli mesin mahal. Mulai dengan 2–3 varian rasa saja dan produksi sesuai pesanan (pre-order). Setelah ada cashflow, baru tingkatkan kapasitas.
2. Membeli Bahan Baku Secara Borongan
Beli tepung 25 kg, gula 10 kg, dan minyak dalam jumlah besar di grosir atau supplier terdekat. Bisa hemat 15–25% dibanding beli eceran.
3. Memanfaatkan Peralatan Rumah yang Sudah Ada
Gunakan kompor gas dan wajan yang sudah ada di rumah sebelum membeli penggorengan listrik. Mixer tangan juga bisa jadi alternatif sementara.
4. Fokus pada Penjualan Online dan Pre-Order
Hindari stok berlebih yang berisiko basi. Terima pesanan via WhatsApp, Instagram, dan TikTok Shop. Sistem pre-order mengurangi risiko kerugian.
5. Catat Pengeluaran dan Pendapatan Setiap Hari
Gunakan aplikasi sederhana seperti Excel. Catat setiap transaksi agar kamu tahu persis berapa keuntungan bersih dan kapan harus menambah modal.
Jika usaha donat rumahan kamu sudah berjalan dan membutuhkan tambahan modal untuk memperbesar produksi, menambah varian, atau memperluas pemasaran, Adapundi bisa menjadi solusi yang cepat dan mudah.
Adapundi hadir sebagai platform pinjaman uang cepat cair secara daringl yang memberikan kemudahan akses dana melalui aplikasi dengan proses yang praktis dan transparan. Dengan bunga kompetitif dan tenor fleksibel, kembangkan bisnis kamu dengan mudah.
Prosesnya juga transparan tanpa ada biaya tambahan tersembunyi, cukup KTP dan nomor HP, kamu bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan setelah melalui proses yang cepat.
Download aplikasi Adapundi sekarang di Play Store atau App Store, cek limit kamu, dan ajukan akses dana dengan mudah.
Referensi: