
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Besaran gaji perlu disusun secara seimbang. Di satu sisi, pemilik usaha perlu mempertimbangkan kemampuan finansial bisnis. Di sisi lain, gaji juga perlu memperhatikan tanggung jawab pekerjaan, kompetensi karyawan, kondisi pasar tenaga kerja, serta ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Dengan sistem penggajian yang tepat, usaha kecil dapat menjaga arus kas tetap sehat tanpa mengabaikan hak dan motivasi karyawan. Artikel ini membahas cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil, dasar perhitungan gaji, metode penggajian, kesalahan yang perlu dihindari, hingga strategi mengatur biaya tenaga kerja agar bisnis tetap berkembang.
Baca juga: Ide Bisnis Anak Muda: Peluang Usaha Kreatif dengan Modal Kecil
Sistem penggajian yang tepat membantu usaha kecil mengelola sumber daya manusia secara lebih berkelanjutan. Gaji yang dihitung dengan baik dapat membantu menjaga motivasi kerja karyawan sekaligus memastikan bisnis tetap memiliki arus kas yang sehat.
Dalam menetapkan gaji, pemilik usaha juga perlu memperhatikan ketentuan pengupahan yang berlaku. Aturan pengupahan di Indonesia mengatur berbagai hal terkait kebijakan upah, struktur dan skala upah, upah minimum, serta ketentuan lain yang perlu diperhatikan oleh pemberi kerja.
Bagi usaha kecil, penentuan gaji sebaiknya tidak hanya didasarkan pada perkiraan, tetapi juga melihat kondisi bisnis, tanggung jawab pekerjaan, lokasi usaha, dan kemampuan membayar secara konsisten.
| Aspek | Dampaknya bagi Usaha |
|---|---|
| Motivasi kerja | Gaji yang sesuai membuat karyawan lebih semangat menjalankan tugas. |
| Produktivitas | Kompensasi yang adil mendorong hasil kerja yang lebih optimal. |
| Stabilitas bisnis | Pengelolaan biaya tenaga kerja membantu menjaga arus kas tetap sehat. |
| Retensi karyawan | Mengurangi risiko pergantian karyawan yang terlalu tinggi. |
Sebelum menentukan nominal gaji, pemilik usaha perlu memahami beberapa komponen yang menjadi dasar perhitungan. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, proses menghitung gaji karyawan menjadi lebih objektif dan sesuai kondisi bisnis. Perhitungan gaji juga akan membantu usaha yang memiliki sumber daya terbatas tetap mampu membayar gaji secara konsisten.
Langkah pertama adalah melihat kondisi keuangan bisnis. Pemilik usaha perlu mengetahui berapa pendapatan rata-rata, biaya operasional, margin keuntungan, dan arus kas bulanan.
Beberapa komponen yang perlu dihitung:
Beberapa pelaku usaha menggunakan persentase tertentu dari pendapatan sebagai acuan internal untuk biaya tenaga kerja. Namun, angka tersebut bukan aturan baku. Persentase biaya gaji perlu disesuaikan dengan jenis bisnis, margin keuntungan, jumlah karyawan, dan stabilitas omzet.
Gaji karyawan sebaiknya mencerminkan tingkat tanggung jawab, keterampilan, pengalaman, serta kompleksitas pekerjaan. Semakin besar kontribusi seorang karyawan terhadap operasional bisnis, semakin besar pula besaran gaji yang layak dipertimbangkan.
Gaji karyawan sebaiknya mencerminkan nilai pekerjaan. Posisi dengan tanggung jawab lebih besar atau keterampilan khusus umumnya membutuhkan kompensasi yang lebih tinggi dibanding pekerjaan operasional dasar.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
Misalnya, kasir, staf produksi, kurir, admin, dan supervisor tentu memiliki tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, struktur gaji sebaiknya dibedakan berdasarkan posisi.
Lokasi usaha juga memengaruhi kisaran gaji. Biaya hidup di setiap daerah berbeda, sehingga gaji untuk posisi serupa dapat bervariasi.
Pemilik usaha dapat melakukan riset sederhana dengan melihat:
Riset pasar membantu pemilik usaha menetapkan gaji yang lebih kompetitif dan realistis.
Baca juga: Cara Mengelola Keuangan Gaji UMR agar Tetap Stabil Setiap Bulan
Menentukan gaji tidak cukup berdasarkan perkiraan, tetapi perlu melalui proses yang terstruktur. Dengan perhitungan yang jelas, sistem penggajian menjadi lebih transparan dan mudah dievaluasi ketika bisnis berkembang.
Tentukan batas biaya tenaga kerja yang dapat dialokasikan setiap bulan. Biaya tenaga kerja tidak hanya mencakup gaji pokok, tetapi juga tunjangan, insentif, bonus, iuran jaminan sosial, pajak jika berlaku, dan biaya administrasi penggajian.
Contoh komponen biaya tenaga kerja:
| Komponen | Contoh |
|---|---|
| Gaji pokok | Pembayaran utama kepada karyawan |
| Tunjangan | Transportasi, makan, komunikasi, atau tunjangan lain jika ada |
| Insentif | Bonus berdasarkan target atau produktivitas |
| Jaminan sosial | BPJS Kesehatan dan/atau BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan |
| Pajak | PPh 21 jika memenuhi ketentuan |
| Biaya administrasi | Sistem payroll, transfer bank, atau pencatatan |
Dengan mengetahui total biaya, pemilik usaha dapat menilai apakah jumlah karyawan dan struktur gaji masih sesuai dengan kemampuan bisnis.
Sistem pembayaran gaji dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan kesepakatan kerja. Beberapa sistem yang umum digunakan antara lain:
Apa pun sistem yang digunakan, pastikan kesepakatan ditulis dengan jelas, termasuk jam kerja, tugas, hak, kewajiban, waktu pembayaran, dan komponen penghasilan.
Struktur gaji membantu menciptakan sistem yang lebih adil. Posisi dengan tanggung jawab lebih besar dapat memiliki gaji lebih tinggi dibanding posisi dengan tugas lebih sederhana.
Contoh struktur sederhana:
| Posisi | Faktor Penilaian | Bentuk Kompensasi |
|---|---|---|
| Staf operasional | Jam kerja, kedisiplinan, tugas rutin | Gaji pokok |
| Admin | Ketelitian, pengelolaan data, komunikasi | Gaji pokok + tunjangan jika ada |
| Sales | Target penjualan, akuisisi pelanggan | Gaji pokok + komisi |
Struktur ini hanya contoh. Setiap usaha dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Kenaikan gaji sebaiknya tidak dilakukan tanpa dasar. Buat indikator yang jelas agar karyawan memahami bagaimana kinerja mereka dinilai.
Beberapa indikator yang dapat digunakan:
Kenaikan gaji sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan usaha agar tidak mengganggu arus kas.
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan agar perhitungan gaji lebih terukur. Setiap metode dapat dipilih sesuai karakter usaha dan kemampuan finansial perusahaan.
Metode ini melihat kemampuan bisnis dalam membayar gaji secara konsisten. Cocok untuk usaha kecil yang masih berkembang dan perlu menjaga arus kas.
Langkahnya:
Tentukan anggaran gaji yang realistis
Metode ini membantu memastikan gaji tidak membuat bisnis kekurangan dana operasional.
Perhitungan gaji karyawan juga dapat dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan pekerjaan, jam kerja, risiko pekerjaan, dan kontribusi terhadap operasional. Semakin tinggi tanggung jawabnya, semakin besar nilai kompensasinya.
Pada metode ini, besaran gaji dapat dipadukan dengan sistem bonus apabila target penjualan atau produktivitas berhasil dicapai. Pendekatan ini sering digunakan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan.
Berikut contoh sederhana untuk membantu pemilik usaha memahami perhitungan biaya tenaga kerja.
Misalnya, sebuah usaha kecil memiliki pendapatan rata-rata Rp50.000.000 per bulan. Setelah menghitung biaya bahan baku, sewa, listrik, dan operasional lain, pemilik usaha menentukan anggaran tenaga kerja maksimal Rp12.000.000 per bulan.
Jika usaha memiliki 3 karyawan, pembagian gaji dapat dibuat berdasarkan posisi dan tanggung jawab.
| Posisi | Gaji Pokok | Tunjangan/Insentif | Total Estimasi |
|---|---|---|---|
| Kasir | Rp3.500.000 | Rp300.000 | Rp3.800.000 |
| Staf operasional | Rp3.000.000 | Rp200.000 | Rp3.200.000 |
| Staf produksi | Rp3.500.000 | Rp300.000 | Rp3.800.000 |
| Cadangan biaya tenaga kerja | Rp1.200.000 | ||
| Total | Rp12.000.000 |
Contoh ini hanya ilustrasi. Nominal sebenarnya perlu disesuaikan dengan lokasi usaha, ketentuan upah yang berlaku, beban kerja, serta kemampuan keuangan bisnis.
Baca juga: 9 Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta agar Tetap Cukup Sampai Akhir Bulan
Setiap usaha memiliki kondisi yang berbeda sehingga besaran gaji karyawan tidak dapat disamaratakan. Beberapa faktor berikut perlu dipertimbangkan sebelum menetapkan gaji.
Usaha mikro umumnya memiliki struktur biaya yang lebih sederhana dibandingkan bisnis yang telah berkembang. Oleh karena itu, gaji karyawan UMKM biasanya menyesuaikan kemampuan usaha tanpa mengabaikan kelayakan.
Biaya hidup dan tingkat konsumsi masyarakat di tingkat provinsi turut memengaruhi kisaran gaji. Selain mengacu pada UMP, pemilik usaha juga dapat memperhatikan data garis kemiskinan tingkat provinsi sebagai salah satu gambaran kondisi ekonomi masyarakat.
Karyawan yang memiliki keterampilan khusus atau pengalaman lebih panjang umumnya memperoleh gaji sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Hal ini juga membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja berkualitas.
Besaran gaji perlu disesuaikan dengan pendapatan bruto, arus kas, dan kemampuan usaha dalam jangka panjang. Jangan sampai biaya gaji terlalu besar sehingga menghambat pertumbuhan bisnis.
Kesalahan dalam sistem penggajian dapat berdampak pada hubungan kerja maupun kondisi keuangan usaha. Beberapa hal berikut sebaiknya dihindari:
Menentukan gaji tanpa menghitung arus kas bisnis.
Memberikan gaji tidak sesuai dengan beban kerja karyawan.
Mengabaikan standar industri maupun kisaran gaji berdasarkan pasar.
Tidak membuat rencana evaluasi kinerja dan kenaikan gaji secara berkala.
Mencampurkan keuangan pribadi dan bisnis sehingga laporan gaji menjadi tidak akurat.
Baca juga: Usaha Rumahan Modal Kecil yang Bisa Dicoba untuk Menambah Penghasilan
Pengelolaan keuangan yang rapi membantu bisnis memenuhi kewajiban pembayaran gaji secara tepat waktu. Dengan sistem keuangan yang baik, usaha juga lebih mudah mengembangkan bisnis di masa depan.
Pisahkan seluruh transaksi usaha agar laporan keuangan dan perhitungan biaya gaji lebih mudah dipantau.
Catatan keuangan yang lengkap membantu pemilik usaha menghitung pendapatan, biaya operasional, hingga kebutuhan penggajian secara akurat.
Dana cadangan dapat digunakan ketika omzet menurun sehingga pembayaran gaji kepada karyawan tetap berjalan lancar. Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk usaha kecil, kamu dapat mengajukan pinjaman di Adapundi dengan proses pengajuan yang praktis dan cepat.
Lakukan evaluasi kinerja keuangan secara rutin untuk mengetahui apakah biaya operasional, termasuk biaya gaji, masih berada pada batas yang sehat.
Anggaran bulanan membantu pemilik usaha mengatur pembayaran, investasi, serta kebutuhan operasional agar seluruh pengeluaran tetap terkendali.
Pemilik usaha perlu memastikan pemberian gaji tetap berjalan tanpa menghambat pertumbuhan bisnis. Dengan strategi yang tepat, kesejahteraan karyawan dan keuntungan usaha dapat berjalan beriringan.
Pastikan biaya operasional penting, termasuk pembayaran gaji, menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran usaha.
Produktivitas yang meningkat dapat membantu bisnis memperoleh pendapatan lebih besar sehingga kemampuan memberikan kompensasi juga semakin baik.
Evaluasi kinerja secara berkala membantu menentukan pemberian bonus atau insentif yang sesuai tanpa membebani kondisi keuangan usaha.
Pertumbuhan usaha akan membuka peluang peningkatan omzet sehingga penyesuaian besaran gaji dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan perusahaan.
Dalam kondisi tertentu, usaha kecil dapat membutuhkan tambahan modal untuk menjaga operasional, termasuk kebutuhan tenaga kerja. Namun, keputusan menggunakan pendanaan tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak membebani arus kas bisnis.
Gunakan pinjaman untuk kebutuhan yang bersifat produktif, seperti modal operasional atau pengembangan usaha.
Sebelum mengajukan pendanaan, lakukan hitung gaji, biaya operasional, dan proyeksi pendapatan agar cicilan tetap dapat dibayarkan tepat waktu.
Pastikan menggunakan layanan pendanaan yang telah berizin dan diawasi OJK agar informasi bunga, biaya, tenor, serta aturan pinjaman jelas. Hal ini membantu mengurangi risiko menggunakan layanan ilegal yang dapat merugikan pelaku usaha.
Prioritaskan penggunaan dana untuk aktivitas yang dapat meningkatkan omzet, efisiensi operasional, atau pengembangan bisnis sehingga manfaat pendanaan lebih optimal.
Pengelolaan keuangan usaha yang baik membantu bisnis bertahan dan berkembang, termasuk dalam memenuhi kebutuhan operasional seperti pembayaran karyawan. Sebelum mengambil keputusan pendanaan, pastikan arus kas, biaya gaji, dan kemampuan bayar sudah dihitung dengan jelas. Jika membutuhkan tambahan mendesak untuk mendukung operasional bisnis atau kebutuhan keluarga, penting memilih layanan pendanaan yang berizin, mudah, dan transparan. Adapundi hadir sebagai layanan pinjaman daring dengan limit tinggi.
Proses pengajuan dilakukan secara praktis tanpa jaminan menggunakan KTP dan nomor HP. Adapundi menyediakan akses pendanaan yang cepat dan transparan sesuai kebutuhan pengguna. Download aplikasi Adapundi melalui Play Store atau App Store untuk mendapatkan solusi pendanaan yang mendukung pertumbuhan usaha.
Jika mempertimbangkan pinjaman untuk kebutuhan usaha, pastikan dana digunakan untuk kebutuhan yang produktif, nominalnya sesuai kemampuan bayar, dan tidak mengganggu kewajiban operasional utama. Hindari menggunakan pinjaman baru untuk menutup masalah arus kas yang berulang tanpa memperbaiki perencanaan bisnis.
Refensi:
https://www.kitalulus.com/blog/info-hrd/cara-menentukan-gaji-karyawan-untuk-usaha-kecil/
https://employers.glints.com/id-id/blog/cara-menentukan-gaji-karyawan-untuk-usaha-kecil/