
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Udayana, Bali, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa dan UMKM terhadap layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Menerima gaji setiap bulan tentu menjadi momen yang menyenangkan. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasa gajinya cepat habis meskipun baru memasuki pertengahan bulan.
Kondisi ini umumnya terjadi bukan karena penghasilan yang terlalu kecil, melainkan karena belum memiliki strategi pembagian gaji bulanan yang tepat.
Yuk, pahami cara membagi gaji bulanan secara cerdas agar kondisi keuanganmu lebih sehat dan stabil.
Membuat pembagian gaji bulanan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Kebiasaan ini membantu kamu mengendalikan kondisi keuangan sehingga setiap rupiah memiliki tujuan yang jelas.
Beberapa alasan mengapa pembagian gaji bulanan sangat penting antara lain:
Baca Juga: Berapa Maksimal Cicilan dari Gaji? Ini Cara Hitungnya
Tidak ada rumus yang benar-benar sama untuk semua orang karena kebutuhan setiap individu berbeda. Berikut ini cara mengalokasikan gaji bulanan agar tidak cepat habis:
Langkah pertama adalah menentukan persentase penggunaan gaji. Pisahkan terlebih dahulu untuk kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, investasi, cicilan, hingga hiburan.
Cara ini membuat kamu mengetahui batas maksimal pengeluaran di setiap kategori sehingga lebih mudah mengontrol keuangan.
Selain itu, pembagian sejak awal bulan juga membantu mengurangi kebiasaan belanja impulsif karena kamu sudah memiliki batas anggaran yang jelas.
Salah satu metode yang cukup fleksibel adalah aturan 40-30-20-10, yaitu:
Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Yang terpenting, setiap pos memiliki tujuan yang jelas.
Saat gaji diterima, prioritaskan pembayaran kebutuhan yang bersifat wajib terlebih dahulu. Misalnya, biaya listrik, air, internet, cicilan, kebutuhan makan, hingga transportasi.
Menyelesaikan pengeluaran utama di awal bulan akan mengurangi risiko keterlambatan pembayaran sekaligus membuat sisa dana lebih mudah dikelola.
Dana darurat menjadi salah satu komponen penting dalam pembagian gaji bulanan. Idealnya, sisihkan sebagian penghasilan secara konsisten setiap bulan hingga terkumpul dana yang cukup untuk menghadapi kondisi tak terduga.
Dana darurat dapat digunakan ketika terjadi kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan penting lainnya tanpa harus mengganggu pos keuangan yang sudah direncanakan.
Jika penghasilan utama masih terasa kurang untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan target finansial, pertimbangkan mencari sumber pendapatan tambahan.
Kamu bisa memanfaatkan kemampuan yang dimiliki seperti menjadi freelancer, membuka toko online, menjual makanan, atau menawarkan jasa sesuai keahlian. Pendapatan tambahan ini dapat dialokasikan untuk mempercepat tabungan atau investasi.
Baca Juga: Pinjaman Karyawan Tetap: Syarat & Keuntungan Pengajuan
Setelah kebutuhan utama dan dana darurat terpenuhi, manfaatkan sisa dana untuk investasi sesuai profil risiko.
Beberapa instrumen yang dapat dipertimbangkan antara lain reksa dana, obligasi, emas, maupun saham. Investasi membantu nilai uang berkembang sehingga tujuan keuangan jangka panjang lebih cepat tercapai.
Kondisi keuangan bisa berubah seiring waktu. Oleh sebab itu, lakukan evaluasi terhadap pembagian gaji setiap bulan.
Periksa apakah ada pengeluaran yang membengkak, apakah target tabungan sudah tercapai, atau apakah ada kebutuhan baru yang harus dimasukkan ke dalam anggaran. Evaluasi rutin membuat strategi keuangan tetap relevan dengan kondisi terkini.
Baca Juga: Apa Bisa Mengajukan Pinjaman Online Tanpa Slip Gaji?
Tanpa pembagian gaji yang jelas, kondisi keuangan lebih rentan mengalami berbagai masalah. Berikut beberapa risiko yang sering terjadi:
Tanpa anggaran, seseorang cenderung menghabiskan uang sesuai keinginan. Akibatnya, pengeluaran menjadi lebih besar daripada pemasukan dan memicu masalah keuangan.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kamu akan kesulitan memenuhi kebutuhan penting di akhir bulan.
Ketiadaan dana darurat membuat kondisi keuangan menjadi sangat rentan ketika muncul kebutuhan mendesak.
Saat tidak memiliki cadangan dana, banyak orang akhirnya menggunakan tabungan investasi atau mencari pembiayaan secara terburu-buru.
Jika kamu butu solusi pendanaan cepat cair, dapat menggunakan layanan dari Adapundi yang aman.
Gaji yang selalu habis setiap bulan membuat kamu tidak memiliki dana untuk mulai berinvestasi.
Padahal, investasi merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan nilai aset dan mencapai kebebasan finansial dalam jangka panjang.
Keuangan pribadi juga membutuhkan pertumbuhan layaknya sebuah bisnis. Jika seluruh penghasilan habis untuk konsumsi, akan sulit meningkatkan aset maupun mencapai target finansial yang lebih besar.
Pembagian gaji yang baik menjadi fondasi agar kondisi finansial terus berkembang dari waktu ke waktu.
Makin disiplin kamu mengalokasikan gaji setiap bulan, makin mudah pula mencapai berbagai tujuan keuangan, mulai dari memiliki dana darurat, berinvestasi, hingga mempersiapkan masa depan yang lebih aman.
Adapundi hadir sebagai solusi pinjaman daring yang cepat, aman, dan transparan agar kamu tidak harus mengorbankan pos keuangan lain yang sudah tersusun rapi.
Adapundi telah berizin dan diawasi OJK sehingga memberikan rasa aman saat digunakan. Bunga harian rendah mulai dari 0,03%, proses pengajuan cepat, tanpa jaminan, serta cukup menggunakan KTP dan nomor HP untuk mengajukan pinjaman.
Adapundi membantu kamu melewati situasi mendesak tanpa mengganggu rencana keuangan yang sudah kamu bangun.
Yuk, langsung saja download aplikasi Adapundi sekarang di Play Store atau App Store, simulasikan kebutuhan danamu, dan ajukan pinjaman dengan lebih tenang dan terencana.
Referensi:
https://www.makmur.id/id/blog/artikel/mengatur-gaji-bulanan-lebih-efisien-dengan-rumus-50-30-20
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-metro/baca-artikel/13811/Tips-Alokasi-Penghasilan-Bulanan.html