
Adapundi meraih 8th Indonesia Top Digital PR Award 2026 atas komitmen membangun komunikasi digital yang transparan dan bertanggung jawab.
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Adapundi berpartisipasi dalam AWS Summit Hong Kong 2026 untuk berbagi perspektif tentang AI, cloud, inovasi fintech, dan inklusi keuangan digital.
Pengen resign tapi masih punya cicilan? Keinginan resign bisa datang kapan saja, tetapi cicilan tetap memiliki tanggal jatuh tempo yang tidak bisa ditunda. Karena itu, sebelum mengambil keputusan, penting untuk memastikan kondisi keuangan benar-benar siap menghadapi masa transisi.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar resign tidak mengganggu kemampuan membayar cicilan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Simak hingga akhir.
Mengundurkan diri sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kondisi pekerjaan, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan finansial. Dengan mengevaluasi kondisi keuangan sejak awal, kamu dapat memperkirakan apakah kebutuhan sehari-hari dan kewajiban bulanan masih dapat dipenuhi setelah tidak lagi menerima gaji tetap.
Sebelum mengambil keputusan, coba periksa beberapa hal berikut:
Semakin lengkap persiapan yang dilakukan, semakin kecil risiko mengalami kesulitan keuangan selama mencari pekerjaan atau membangun karier baru.
Baca juga: Dana Darurat untuk Karyawan Gaji 5 Juta
Banyak orang menghitung cukup tidaknya uang pesangon, tetapi lupa memperkirakan kondisi keuangan beberapa bulan setelah resign. Padahal, simulasi sederhana dapat membantu melihat apakah tabungan yang dimiliki mampu menutup kebutuhan selama masa transisi:
| Hal yang Dihitung | Tujuannya |
|---|---|
| Total cicilan bulanan | Mengetahui kewajiban tetap setiap bulan. |
| Pengeluaran rutin | Menghitung kebutuhan hidup yang tidak bisa ditunda. |
| Dana darurat | Memperkirakan berapa lama dana dapat mencukupi kebutuhan. |
| Perkiraan pemasukan baru | Menilai kapan kondisi keuangan mulai kembali stabil. |
| Selisih pemasukan dan pengeluaran | Mengidentifikasi potensi kekurangan dana selama masa transisi. |
Dari simulasi tersebut, kamu bisa menentukan apakah waktu resign sudah tepat atau masih perlu menunggu hingga kondisi finansial lebih siap.
Saat gaji berhenti, dana darurat menjadi penyangga utama untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar kewajiban yang masih berjalan. Karena itu, keberadaannya jauh lebih penting dibanding rencana menggunakan tabungan untuk kebutuhan konsumtif.
Idealnya, dana darurat yang dimiliki adalah:
Apabila dana darurat belum mencapai jumlah tersebut, tidak ada salahnya menunda resign beberapa waktu sambil memperkuat kondisi keuangan.
Jika keputusan resign mulai dipertimbangkan, langkah berikutnya adalah memastikan seluruh kewajiban tetap dapat dikelola dengan baik. Strategi sederhana berikut dapat membantu mengurangi tekanan keuangan selama masa transisi:
Pastikan seluruh cicilan tetap dibayar tepat waktu. Selain menghindari denda, kebiasaan ini juga membantu menjaga riwayat kredit tetap baik.
Mulailah mengevaluasi pengeluaran bulanan dan tunda pembelian yang belum benar-benar diperlukan. Dana yang dihemat dapat dialihkan untuk kebutuhan pokok atau cicilan.
Jika memiliki beberapa kewajiban, prioritaskan utang dengan bunga atau biaya yang lebih besar. Langkah ini membantu mengurangi beban pembayaran pada bulan-bulan berikutnya.
Menjelang resign, sebaiknya hindari mengambil cicilan baru untuk barang konsumtif. Fokus utama adalah menjaga kondisi keuangan tetap stabil sampai memiliki sumber pendapatan berikutnya.
Baca juga: Cara Hitung Gaji Bersih agar Keuangan Lebih Terkelola
Resign tidak selalu berarti berhenti memperoleh penghasilan. Banyak orang justru memanfaatkan masa transisi untuk membangun sumber pemasukan baru yang lebih sesuai dengan tujuan kariernya.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
Semakin cepat kamu memiliki pemasukan baru, semakin ringan beban keuangan yang harus ditanggung selama masa transisi.
Tidak semua kondisi mengharuskan resign dilakukan secepat mungkin. Dalam beberapa situasi, memberi waktu tambahan untuk memperkuat kondisi finansial justru menjadi keputusan yang lebih bijak.
Beberapa tanda bahwa kamu sebaiknya menunda resign adalah:
Menunggu beberapa bulan sambil memperbaiki kondisi keuangan sering kali memberikan ruang untuk mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Ada situasi tertentu ketika resign memang harus dilakukan, misalnya karena alasan kesehatan, kondisi pekerjaan yang tidak kondusif, atau perubahan prioritas hidup. Dalam kondisi seperti ini, langkah yang diambil setelah resign akan sangat menentukan kondisi keuangan ke depannya:
Sesuaikan seluruh pengeluaran dengan kondisi pendapatan setelah resign. Pisahkan kebutuhan pokok dari pengeluaran yang masih bisa ditunda agar anggaran lebih terkendali.
Jika kamu sudah berkeluarga, bicarakan perubahan kondisi finansial secara terbuka. Perencanaan bersama akan membantu menentukan prioritas pengeluaran selama masa transisi.
Apabila memperoleh pesangon atau pencairan hak karyawan, utamakan penggunaannya untuk kebutuhan pokok, dana darurat, dan pembayaran cicilan. Hindari menghabiskan dana tersebut untuk pengeluaran yang tidak mendesak.
Baca juga: Dana Cadangan: Pengertian dan Cara Menggunakannya untuk Stabilitas Keuangan Bisnis
Resign bukan hanya tentang meninggalkan pekerjaan lama, tetapi juga memberi waktu bagi diri sendiri untuk memulai langkah berikutnya. Masa transisi ini sering kali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, hingga menyiapkan modal apabila ingin merintis usaha.
Jika setelah membuat perhitungan masih ada kebutuhan dana yang belum dapat dipenuhi, tidak berarti kamu harus menunda seluruh rencana. Hal yang terpenting adalah memilih solusi pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang sudah diperhitungkan.
Adapundi menyediakan layanan pinjaman daring dengan proses pengajuan yang praktis, informasi biaya yang transparan, serta pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pembayaran. Kamu juga bisa mengetahui berapa cicilan per bulan yang harus dibayarkan sesuai dengan jumlah pinjaman dan tenor yang diinginkan lewat kalkulator Adapundi.
Yuk download aplikasi Adapundi dan siapkan ruang finansial untuk melewati masa transisi dengan perencanaan masa resign yang lebih matang.