Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.

Bulan Ramadan sering membawa perubahan pada pola aktivitas sekaligus pola pengeluaran. Banyak orang merasa biaya bulanan meningkat karena kebutuhan sahur, berbuka, aktivitas sosial, hingga persiapan Lebaran yang dimulai lebih awal. Tanpa perencanaan yang tepat, pengeluaran bisa membengkak tanpa terasa.
Beberapa survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia mengalami kenaikan pengeluaran selama Ramadan. Bahkan, sebagian orang memperkirakan biaya bisa meningkat hingga lebih dari satu kali lipat dibanding bulan biasa karena perubahan konsumsi dan aktivitas sosial. Karena itu, memahami jenis pengeluaran sekaligus alasan kenapa biaya meningkat menjadi langkah penting agar keuangan tetap stabil.
Setiap orang mungkin memiliki prioritas berbeda, tetapi beberapa jenis pengeluaran berikut hampir selalu meningkat selama bulan puasa.
Kebutuhan makanan selama Ramadan berubah cukup signifikan. Banyak orang memilih menu praktis atau membeli makanan di luar, sehingga biaya harian bisa meningkat dibanding bulan biasa.
Awal Ramadan sering diisi dengan belanja bahan makanan dalam jumlah lebih banyak untuk memastikan kebutuhan dapur tetap terpenuhi sepanjang bulan.
Takjil terlihat murah, tetapi jika dibeli setiap hari, total pengeluaran bulanan bisa menjadi besar tanpa disadari.
Donasi, sedekah, hingga kegiatan sosial biasanya meningkat selama Ramadan. Ini merupakan hal positif, tetapi tetap perlu dimasukkan dalam perencanaan anggaran.
Baju baru, hampers, hingga kebutuhan mudik sering sudah dipersiapkan sejak pertengahan Ramadan, sehingga pengeluaran terasa lebih padat.
Undangan buka bersama dengan keluarga, teman kerja, atau komunitas bisa datang berturut-turut. Jika tidak diatur, biaya makan di luar dapat memengaruhi anggaran bulanan.
Mobilitas meningkat karena aktivitas ibadah malam dan kegiatan sosial, sehingga pengeluaran bahan bakar atau transportasi online ikut bertambah.
Kenaikan pengeluaran selama Ramadan bukan hanya perasaan saja. Berbagai survei menunjukkan adanya perubahan nyata pada perilaku konsumsi masyarakat Indonesia.
Sekitar 70% masyarakat mengaku pengeluaran mereka meningkat selama Ramadan, sementara sebagian besar lainnya sudah memperkirakan kenaikan biaya sejak awal bulan puasa. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran merupakan pola umum setiap tahun.
Data perilaku konsumen menunjukkan bahwa pengeluaran individu selama Ramadan dapat meningkat hingga sekitar 1,6 kali dibanding bulan biasa. Peningkatan ini biasanya dipicu oleh kebutuhan sahur dan berbuka, aktivitas sosial, serta belanja persiapan Lebaran.
Lebih dari setengah alokasi belanja Ramadan digunakan untuk makanan dan minuman, termasuk kebutuhan sahur, buka puasa, dan takjil harian. Selain itu, pengeluaran juga meningkat pada donasi sosial, kegiatan buka bersama, dan kebutuhan Lebaran.
Sebagian masyarakat menyiapkan anggaran khusus untuk Ramadan dengan kisaran jutaan rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa bulan puasa memang menjadi periode dengan intensitas konsumsi lebih tinggi dibanding bulan lainnya.
Transaksi digital selama Ramadan cenderung meningkat karena banyaknya promo musiman. Diskon besar sering mendorong pembelian di luar kebutuhan utama, sehingga pengeluaran terasa lebih besar tanpa disadari.
Mengelola pengeluaran bukan berarti harus mengurangi kenyamanan menjalani ibadah. Dengan strategi sederhana, kamu tetap bisa menikmati momen Ramadan tanpa khawatir kondisi finansial.
Sesuaikan budget bulanan dengan kebutuhan khas Ramadan seperti dana sosial, sahur, dan persiapan Lebaran.
Menetapkan batas pengeluaran untuk takjil, bukber, atau jajan harian membantu kamu tetap disiplin.
Membuat pos khusus membantu kamu memantau pengeluaran dengan lebih jelas.
Biaya kesehatan, transportasi tambahan, atau kebutuhan keluarga bisa muncul sewaktu-waktu, sehingga dana cadangan tetap penting.
Beberapa pengeluaran terlihat kecil, tetapi jika terjadi berulang bisa memberi dampak besar pada kondisi keuangan.
Menjaga disiplin anggaran selama Ramadan membantu kamu tetap menikmati momen kebersamaan tanpa tekanan finansial di akhir bulan.
Jika kebutuhan Ramadan atau persiapan Lebaran membutuhkan dana tambahan, penting memilih layanan pembiayaan yang legal dan transparan. Adapundi hadir sebagai platform pinjaman digital yang berizin dan diawasi OJK serta merupakan anggota AFPI, sehingga prosesnya dirancang aman dan jelas sejak awal.
Melalui Adapundi, kamu bisa mengajukan pinjaman hanya dengan KTP dan nomor HP aktif, dengan informasi biaya yang transparan sebelum mengambil keputusan. Prosesnya efisien sehingga bisa menjadi alternatif solusi dana darurat yang tetap terencana.
Dalam rangka menyambut Ramadan, Adapundi juga menghadirkan campaign spesial:
Informasi lengkap bisa kamu cek melalui Instagram resmi Adapundi.
Dengan perencanaan yang matang, kamu tetap bisa menjalani Ramadan dengan nyaman tanpa harus khawatir pengeluaran membengkak. Pastikan setiap keputusan finansial dilakukan secara bijak dan sesuai kemampuan agar momen ibadah tetap tenang dan penuh makna.
Sumber Data