
Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Simak cuplikan wawancara Adapundi di CNBC mengenai tren penggunaan AI dalam industri fintech dan dampaknya bagi layanan keuangan. Baca selengkapnya.
Usaha angkringan dikenal sebagai salah satu bisnis kuliner yang cukup populer di Indonesia. Tidak heran jika banyak orang tertarik membuka usaha ini karena dianggap mudah dijalankan dan tidak membutuhkan investasi yang terlalu besar.
Namun sebelum memulai, kamu tetap perlu memahami modal usaha angkringan secara lebih rinci agar perencanaan bisnis menjadi lebih matang.
Melalui artikel ini, Adapundi akan menjelaskan secara lengkap rinciannya!
Sebelum membahas lebih jauh mengenai modal usaha angkringan, penting untuk mengetahui mengapa bisnis ini sering menjadi pilihan bagi para pemula. Berikut ini keuntungannya:
Salah satu alasan utama banyak orang tertarik membuka angkringan adalah karena modal awalnya relatif terjangkau dibandingkan bisnis kuliner lainnya. Kamu tidak perlu menyewa restoran besar atau membeli peralatan dapur yang mahal.
Selain itu, menu yang dijual biasanya menggunakan bahan yang mudah didapat dan harganya cukup ekonomis. Hal ini membuat kebutuhan modal usaha angkringan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial kamu.
Baca Juga: Pinjaman Modal Usaha UMKM Praktis untuk Kembangkan Bisnis
Angkringan memiliki target pasar yang sangat luas. Mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum sering menjadikan angkringan sebagai tempat makan atau sekadar berkumpul bersama teman.
Harga menu yang terjangkau menjadi daya tarik utama. Bahkan di banyak kota besar, angkringan sering menjadi pilihan makan malam favorit karena menawarkan suasana santai dengan harga yang ramah di kantong.
Menu yang dijual di angkringan biasanya tidak terlalu rumit untuk disiapkan. Beberapa menu yang umum dijual antara lain nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, gorengan, serta minuman seperti teh, kopi, atau wedang jahe.
Karena proses memasaknya sederhana, kamu tidak memerlukan banyak tenaga kerja di awal usaha. Hal ini tentu membantu menghemat modal usaha angkringan, terutama untuk biaya operasional.
Keunggulan lain dari usaha angkringan adalah fleksibilitas dalam menentukan lokasi. Kamu bisa membuka usaha ini di pinggir jalan, dekat kampus, area perkantoran, hingga kawasan permukiman.
Selama lokasi tersebut ramai dan mudah diakses oleh pelanggan, peluang usaha angkringan untuk berkembang cukup besar. Bahkan banyak angkringan yang sukses karena memilih lokasi strategis dengan biaya operasional yang minim.
| Kebutuhan Modal | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Gerobak atau booth angkringan | Rp2.000.000–Rp5.000.000 |
| Peralatan masak dan perlengkapan makan | Rp1.000.000–Rp2.500.000 |
| Bahan baku awal | Rp500.000–Rp1.500.000 |
| Sewa tempat, jika ada | Rp500.000–Rp2.000.000 |
| Biaya operasional awal | Rp500.000–Rp1.000.000 |
| Total estimasi modal | Rp4.500.000–Rp12.000.000 |
Setelah mengetahui peluang bisnisnya, langkah berikutnya adalah memahami estimasi modal usaha angkringan yang perlu disiapkan:
Gerobak merupakan elemen utama dalam usaha angkringan. Biasanya gerobak digunakan untuk menyimpan makanan, memasak, sekaligus menjadi tempat berjualan.
Harga gerobak angkringan cukup bervariasi tergantung ukuran dan bahan yang digunakan. Secara umum, kisaran harganya berada di rentang Rp2.000.000 hingga Rp5.000.000.
Jika ingin menghemat modal, kamu juga bisa membeli gerobak bekas atau membuat desain sederhana.
Selain gerobak, kamu juga perlu menyiapkan berbagai peralatan masak dan perlengkapan makan. Beberapa perlengkapan yang biasanya dibutuhkan antara lain:
Estimasi biaya untuk perlengkapan ini biasanya berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp2.500.000 tergantung kualitas barang yang kamu pilih.
Bahan baku merupakan komponen penting dalam modal usaha angkringan. Kamu perlu membeli berbagai bahan makanan untuk menu yang akan dijual.
Contoh bahan baku yang umum digunakan antara lain:
Untuk tahap awal, kamu bisa menyiapkan bahan baku dengan estimasi biaya sekitar Rp500.000 hingga Rp1.500.000.
Jika kamu berjualan di area yang memerlukan izin atau menyewa tempat, maka perlu menyiapkan biaya tambahan untuk sewa lokasi. Biaya ini sangat bergantung pada lokasi yang dipilih.
Sebagai gambaran, biaya sewa tempat sederhana di pinggir jalan atau area parkir bisa berkisar antara Rp500.000 hingga Rp2.000.000 per bulan.
Namun, jika kamu berjualan di depan rumah atau menggunakan lahan pribadi, biaya ini bisa ditekan lebih rendah.
Biaya operasional awal biasanya mencakup beberapa kebutuhan seperti:
Untuk tahap awal, kamu bisa menyiapkan sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 sebagai dana operasional agar usaha dapat berjalan dengan lancar.
Jika dijumlahkan secara sederhana, modal usaha angkringan untuk skala kecil biasanya berkisar antara Rp4.500.000 hingga Rp12.000.000 tergantung konsep usaha dan lokasi yang dipilih.
Baca Juga: Cara Memilih Pinjaman Modal KTP yang Aman & Legal
Setelah mengetahui estimasi modal usaha angkringan, langkah berikutnya adalah memahami strategi agar bisnis bisa berkembang dan cepat balik modal.
Berikut ini tips aman memulai usaha angkringan:
Lokasi merupakan faktor penting dalam bisnis kuliner. Pilihlah tempat yang memiliki lalu lintas orang yang cukup ramai seperti dekat kampus, kawasan perkantoran, atau area kos-kosan.
Lokasi yang strategis akan meningkatkan peluang usaha kamu untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan setiap hari.
Meskipun menu angkringan dikenal sederhana, kamu tetap bisa membuat variasi agar pelanggan tidak bosan. Misalnya, menambahkan menu nasi bakar, mi instan, atau minuman kekinian.
Variasi menu dapat membuat pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dan meningkatkan peluang penjualan.
Harga yang ramah di kantong merupakan salah satu daya tarik utama angkringan. Oleh karena itu, penting untuk menentukan harga yang sesuai dengan target pasar.
Namun, tetap pastikan harga tersebut masih memberikan keuntungan yang cukup agar usaha dapat berkembang.
Rasa makanan yang enak dan pelayanan yang ramah akan membuat pelanggan ingin kembali lagi. Bahkan banyak pelanggan yang merekomendasikan angkringan favorit mereka kepada teman atau keluarga.
Kualitas makanan yang konsisten dapat menjadi kunci kesuksesan usaha angkringan dalam jangka panjang.
Di era digital, promosi tidak harus mahal. Kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan usaha angkringan kepada lebih banyak orang.
Misalnya dengan mengunggah foto menu, promo khusus, atau suasana angkringan yang nyaman. Strategi ini dapat membantu menarik pelanggan baru tanpa membutuhkan biaya promosi besar.
Baca Juga: Dapatkan Pinjaman 50 Juta Cepat Cair Tanpa Jaminan
Jika kamu belum memiliki dana yang cukup untuk memulai bisnis, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan sumber modal usaha angkringan secara aman.
Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan antara lain:
Dengan proses yang praktis, kamu bisa mendapatkan tambahan dana untuk memulai usaha tanpa perlu prosedur yang rumit.
Jika kamu membutuhkan tambahan dana untuk memulai usaha, Adapundi dapat menjadi solusi pinjaman digital yang praktis dan mudah diakses.
Proses pengajuannya cukup sederhana, bahkan kamu hanya perlu menyiapkan KTP dan nomor HP untuk melakukan pengajuan.
Selain itu, Adapundi juga merupakan layanan yang aman karena telah berizin dan diawasi oleh OJK, sehingga proses pinjaman lebih transparan dan tepercaya.
Kamu dapat menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kebutuhan usaha serta kemampuan finansial agar pengelolaan keuangan tetap sehat.
Yuk, wujudkan rencana membuka angkringan sekarang juga. Download aplikasi Adapundi dan ajukan pinjaman digital sesuai kebutuhan agar usaha kamu bisa segera berjalan.
Referensi: