Maksimal Pinjaman KUR Berapa? Pahami Batasannya!


Adapundi meraih 8th Indonesia Top Digital PR Award 2026 atas komitmen membangun komunikasi digital yang transparan dan bertanggung jawab.
Sambut HUT ke-8, Adapundi gelar CSR #BeraniWujudkan Untuk Bumi di Muara Gembong, dengan menanam 888 mangrove, donasi perahu, dan bantuan UMKM Kebaya.
Banyak pelaku UMKM mencari tahu maksimal pinjaman KUR sebelum mengajukan pembiayaan. Hal ini wajar karena setiap jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) memiliki batas plafon yang berbeda. Namun, besarnya pinjaman yang bisa diperoleh tidak hanya ditentukan oleh jenis program, tetapi juga hasil penilaian dari bank penyalur.
Supaya tidak salah memilih jenis KUR, penting memahami plafon pinjaman, syarat pengajuan, hingga faktor yang memengaruhi nominal pembiayaan yang disetujui. Simak penjelasan berikut agar kamu bisa menentukan program KUR yang paling sesuai dengan kebutuhan usahamu.
Baca juga: Apa Itu KUR? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Pemerintah menyediakan beberapa jenis KUR untuk menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha di berbagai skala. Masing-masing memiliki plafon pembiayaan dan sasaran penerima yang berbeda:
| Jenis KUR | Maksimal Pinjaman | Sasaran |
|---|---|---|
| KUR Super Mikro | Hingga Rp10 juta | Usaha mikro yang baru berkembang |
| KUR Mikro | Lebih dari Rp10 juta hingga Rp50 juta | Tambahan modal kerja atau investasi |
| KUR Kecil | Lebih dari Rp50 juta hingga Rp500 juta | UMKM yang ingin mengembangkan usaha |
| KUR Khusus | Hingga Rp500 juta | Kelompok usaha produktif pada sektor prioritas |
Setiap program KUR dirancang untuk kebutuhan usaha yang berbeda. Sebelum mengajukan pembiayaan, kenali karakteristik masing-masing agar plafon yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi bisnismu:
KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha berskala sangat kecil atau yang baru mulai mengembangkan usahanya. Program ini menawarkan plafon pinjaman hingga Rp10 juta dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis KUR lainnya.
Skema ini cocok bagi usaha yang membutuhkan tambahan modal dalam jumlah terbatas untuk menjaga operasional atau meningkatkan kapasitas produksi.
KUR Mikro memiliki plafon lebih dari Rp10 juta hingga Rp50 juta. Jenis ini banyak dipilih oleh pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal kerja maupun dana investasi. Selain plafonnya lebih besar, pilihan tenor juga cukup fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan pembayaran dan kebutuhan usaha.
Bagi usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan pembiayaan lebih besar, tersedia KUR Kecil dengan plafon lebih dari Rp50 juta sampai Rp500 juta. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk Kredit Modal Kerja maupun Kredit Investasi, misalnya membeli peralatan produksi, memperluas tempat usaha, atau meningkatkan kapasitas operasional.
KUR Khusus diperuntukkan bagi kelompok usaha produktif yang bergerak pada sektor tertentu sesuai kebijakan pemerintah. Plafon pembiayaannya dapat mencapai Rp500 juta dan umumnya disalurkan kepada kelompok usaha yang memiliki pola kemitraan atau bergerak di sektor prioritas.
Selain mengetahui plafon pinjaman, pastikan juga kamu memenuhi persyaratan dasar sebelum mengajukan KUR. Persiapan yang lengkap akan membantu proses verifikasi berjalan lebih lancar:
KUR ditujukan bagi usaha produktif yang telah beroperasi sekurang-kurangnya 6 bulan. Artinya, kamu perlu memiliki aktivitas usaha yang dapat dibuktikan, baik melalui transaksi, catatan usaha, maupun dokumen pendukung lainnya.
Beberapa dokumen yang umumnya diminta antara lain:
Selain dokumen, terdapat beberapa syarat umum yang perlu dipenuhi.
Selain plafon, biaya pinjaman dan jangka waktu pembayaran juga perlu dipertimbangkan agar cicilan tetap sesuai kemampuan usaha:
KUR Super Mikro umumnya memiliki bunga sekitar 3% per tahun, sedangkan KUR Mikro dan KUR Kecil sekitar 6% efektif per tahun, sesuai ketentuan program yang berlaku. Besaran bunga tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah.
Tenor KUR disesuaikan dengan tujuan penggunaan dana.
Dengan pilihan tersebut, pelaku usaha dapat memilih jangka waktu pembayaran yang lebih sesuai dengan arus kas bisnis.
Tidak semua pengajuan KUR memerlukan agunan tambahan. Untuk nominal tertentu, pinjaman dapat diajukan tanpa agunan tambahan sesuai kebijakan bank penyalur. Namun, pada plafon yang lebih besar, bank dapat meminta jaminan berdasarkan hasil analisis kelayakan.
Setelah memahami jenis dan persyaratannya, kamu juga perlu mengetahui alur pengajuan KUR agar lebih siap saat mengajukan pembiayaan.
Prosesnya umumnya meliputi:
Meskipun setiap jenis KUR memiliki plafon maksimal, bukan berarti seluruh pemohon akan memperoleh nominal tersebut. Bank akan melakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek berikut:
Karena itu, penting mengajukan nominal yang memang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas usahamu.
Sebelum mengajukan KUR, ada beberapa informasi penting yang sebaiknya dipahami agar proses pembiayaan berjalan lebih lancar:
KUR memang menjadi pilihan banyak pelaku usaha, tetapi dalam praktiknya proses pengajuan, verifikasi, hingga pencairan membutuhkan waktu. Padahal, kebutuhan usaha sering kali tidak datang sesuai jadwal. Ada saatnya stok barang harus segera dibeli, pesanan pelanggan perlu dipenuhi, atau peluang bisnis muncul ketika modal belum tersedia.
Adapundi hadir sebagai layanan pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan produktif. Dengan limit pinjaman hingga Rp100 juta dan pilihan tenor sampai 12 bulan, kamu dapat menyesuaikan nominal pinjaman maupun jangka waktu pembayaran dengan kondisi arus kas usaha.
Proses pengajuannya praktis, informasi biaya disampaikan secara transparan, sehingga kamu dapat merencanakan pembiayaan dengan lebih nyaman tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis.
Download aplikasi Adapundi sekarang dan temukan solusi pembiayaan yang lebih fleksibel agar operasional usahamu tetap berjalan saat peluang datang.
Sumber: