Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.

Renovasi rumah kerap dilakukan untuk mengatasi kerusakan pada bangunan maupun menyesuaikan kebutuhan penghuni yang terus berkembang. Biaya renovasi rumah perlu dihitung secara cermat sejak awal agar proses perbaikan atau pembaruan hunian dapat berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu kondisi keuangan.
Meski demikian, sebelum pekerjaan renovasi dimulai, banyak orang masih bingung dalam menentukan besaran biaya renovasi rumah yang harus dianggarkan agar prosesnya dapat berjalan lancar.
Dengan memahami cara menghitung kebutuhan anggaran secara tepat, kamu dapat menghindari risiko pengeluaran membengkak di tengah proses renovasi. Simak panduan lengkapnya pada artikel ini agar kamu bisa menyusun budget renovasi rumah dengan lebih terencana dan tidak boncos.
Bengkaknya biaya renovasi rumah sering terjadi karena perencanaan yang belum matang sejak awal. Berbeda dengan membangun rumah dari nol, saat merenovasi rumah diperlukan penyesuaian dengan kondisi bangunan lama.
Selain itu, kesalahan dalam menghitung kebutuhan material dapat menyebabkan pembelian tambahan di tengah proyek atau pemborosan akibat material yang berlebih. Banyak pemilik sering mengubah desain saat pekerjaan sudah berjalan karena baru memahami bentuk ruang bangunannya.
Kurangnya persiapan dana cadangan juga menjadi penyebab bengkaknya biaya renovasi rumah. Karena kondisi bangunan lama yang kadang baru terlihat saat renovasi sudah berlangsung, dana cadangan berguna untuk mengantisipasi kebutuhan atau kendala yang muncul di tengah proses renovasi.
Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai kesalahan tersebut dapat menyebabkan anggaran renovasi jauh lebih besar dari yang telah direncanakan.
Baca juga: Jenis Pinjaman yang Perlu Diketahui: Panduan Lengkap Contoh dan Jenis-Jenis Pinjaman di Indonesia
Biaya renovasi rumah tidak bisa ditentukan secara sembarangan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Agar anggaran yang disiapkan lebih sesuai kebutuhan, berikut cara menghitung biaya renovasi rumah dengan lebih realistis yang dapat kamu terapkan:
Salah satu hal yang mempengaruhi besarnya biaya renovasi rumah adalah luas area yang akan direnovasi.
Untuk menghitung kebutuhan anggaran, banyak kontraktor menggunakan kisaran biaya renovasi rumah sekitar Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per meter persegi sebagai acuan awal.
Meski demikian, biaya akhir bisa berbeda tergantung tingkat kerusakan bangunan, lingkup pekerjaan, dan apakah renovasi dilakukan sebagian atau secara total.
Tentukan seberapa besar renovasi yang kamu perlukan di awal agar perhitungan budget bisa lebih terarah.
Renovasi sebagian, seperti perbaikan kamar mandi atau penggantian atap, biasanya membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan renovasi total yang mencakup perubahan struktur dan tata ruang bangunan.
Semakin besar skala renovasi yang dilakukan, maka semakin besar juga biaya yang dibutuhkan.
Mencatat daftar material yang dibutuhkan sangat penting dilakukan secara cermat sejak awal untuk menghindari kesalahan perhitungan dan pembelian yang berlebihan. Material yang biasa digunakan meliputi:
Biaya material umumnya dapat mencapai sekitar 50-70% dari total biaya renovasi rumah.
Memisahkan anggaran untuk material dan tenaga kerja memudahkan proses pengawasan biaya selama renovasi berlangsung. Biaya tukang atau kontraktor menjadi salah satu komponen pengeluaran yang cukup besar selain harga material.
Pemisahan anggaran membantu kamu mengetahui pos biaya mana yang paling banyak menyerap dana sehingga lebih mudah melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Kerusakan tersembunyi sering kali baru ditemukan ketika renovasi sudah berjalan dan hal tersebut tidak dapat diprediksi, salah satunya kenaikan harga material.
Sebagai langkah antisipasi, disarankan untuk menyiapkan dana cadangan sekitar 10-15% dari total anggaran renovasi. Dana tambahan ini dapat membantu proyek tetap berjalan lancar tanpa mengganggu rencana keuangan yang sudah dibuat sebelumnya.
Jika dana yang tersedia belum mencukupi untuk kebutuhan renovasi, kamu dapat mempertimbangkan opsi pembiayaan seperti kredit renovasi rumah. Melalui Adapundi, kamu bisa mengajukan pinjaman online secara praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan renovasi rumah sesuai kemampuan finansial dan rencana pembayaran yang telah disusun.
Baca juga: Rincian Biaya Bangun Rumah 2026: Modal dan Estimasi untuk Berbagai Budget
Selain luas bangunan, area rumah yang akan diperbaiki juga menjadi penentu besarnya biaya renovasi. Kebutuhan material, tingkat kesulitan pekerjaan, dan durasi pengerjaan berbeda tiap bagian rumah yang akan direnovasi.
Berikut estimasi biaya renovasi rumah berdasarkan bagian rumah yang paling sering direnovasi.
Dibutuhkan biaya mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp50.000.000 atau lebih untuk renovasi dapur, tergantung ukuran dan perubahan yang dilakukan.
Renovasi yang memerlukan biaya rendah:
Renovasi yang memerlukan biaya lebih besar:
Biaya yang dikeluarkan untuk renovasi kamar mandi berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp30.000.000, mencakup:
Semakin banyak komponen yang diganti dan semakin tinggi kualitas material yang digunakan, semakin besar pula biaya renovasi yang perlu disiapkan.
Renovasi kamar mandi memerlukan biaya sekitar Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per meter persegi, meliputi:
Jika renovasi melibatkan pembongkaran dinding atau perubahan struktur, anggaran yang diperlukan tentu akan meningkat.
Tingkat kerusakan dan jenis material yang digunakan menjadi faktor yang menyebabkan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk renovasi atap dan plafon rumah.
Biaya penggantian plafon gypsum umumnya berkisar Rp120.000–Rp200.000 per m², sedangkan renovasi atap dapat mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Mengatasi kerusakan sejak dini dapat membantu menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari
Penggantian lantai dan pengecatan menjadi salah satu jenis renovasi yang paling sering dilakukan karena dapat memberikan perubahan visual yang signifikan.
Biaya pemasangan keramik umumnya berada di kisaran Rp150.000–Rp500.000 per m², tergantung jenis keramik yang dipilih, sedangkan biaya pengecatan rumah dapat dimulai dari Rp25.000–Rp60.000 per m².
Dengan memilih material yang sesuai kebutuhan dan budget, renovasi area ini dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.
Baca juga: Pinjaman Online Tanpa Jaminan dari Adapundi: Solusi Dana Praktis Tanpa Perlu Agunan
Perencanaan yang tepat saat ingin melakukan renovasi rumah dapat membuat biaya yang dihabiskan tidak terlalu besar. Kamu juga perlu menerapkan beberapa strategi selain perencanaan di awal, agar pengeluaran tetap sesuai rencana dan tidak membengkak di tengah proses renovasi. Berikut beberapa tips yang dapat membantu menjaga budget renovasi rumah tetap terkendali.
Prioritaskan bagian rumah yang mengalami kerusakan dan berpotensi mengganggu kenyamanan maupun keamanan penghuni.
Dengan mendahulukan kebutuhan yang paling penting, kamu dapat mengalokasikan anggaran secara lebih efektif tanpa terbebani renovasi yang sebenarnya masih bisa ditunda. Cara ini juga membantu mencegah pengeluaran yang tidak terlalu mendesak di awal proyek.
Material yang berkualitas dapat menjadi investasi jangka panjang dan menghindari risiko perbaikan ulang. Meskipun harga awalnya mungkin lebih tinggi, material yang tahan lama umumnya membutuhkan biaya perawatan dan penggantian yang lebih rendah di kemudian hari.
Dengan demikian, total biaya kepemilikan rumah dapat lebih hemat dibandingkan menggunakan material murah yang cepat rusak.
Tren terus berubah-ubah setiap tahunnya. Desain rumah yang sedang populer tahun ini, belum tentu relevan beberapa tahun ke depan. Fokus terhadap tren menyebabkan perubahan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Sebaiknya pilih desain yang sesuai dengan kondisi bangunanmu, kamu juga dapat memilih desai dengan tampilan timeless dan fungsional agar rumah tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Pembelian material secara bertahap memungkinkan kamu menyesuaikan kebutuhan material dengan perkembangan pekerjaan di lapangan sehingga risiko kelebihan pembelian dapat diminimalkan.
Cara ini juga membantu arus kas selama proses renovasi berlangsung lebih teratur. Namun, pastikan material utama yang berpotensi mengalami kenaikan harga sudah direncanakan sejak awal agar anggaran tetap terkendali.
Pemilihan jasa tukang atau kontraktor menjadi salah satu hal yang cukup krusial. Pastikan tukang yang kamu pilih mampu memberikan rincian biaya pekerjaan secara jelas dan terbuka.
Transparansi dalam perhitungan biaya material, upah tenaga kerja, serta jadwal pengerjaan dapat membantu mengurangi risiko pengeluaran di luar rencana.
Selain itu, komunikasi yang baik dengan penyedia jasa juga memudahkan kamu memantau progres renovasi dan menghindari kesalahpahaman selama proyek berlangsung.
Biaya renovasi rumah tentunya memerlukan dana yang besar dalam waktu yang singkat, terutama ketika kerusakan terjadi secara mendadak dan harus segera diperbaiki.
Jika terjadi hal tersebut saat dana kamu kurang, kamu bisa mengajukan pinjaman secara online di Adapundi, dengan limit tinggi hingga 100 juta, suku bunga rendah, serta bisa dicicil sampai 12 bulan. Dengan begitu biaya renovasi rumah bisa terjamin.
Namun, pastikan pinjaman yang kamu ajukan digunakan sebaik mungkin dan sesuai dengan kemampuan pembayaranmu supaya tidak terjadi penunggakan saat membayar. Yuk, download aplikasi Adapundi dan ajukan pinjaman sesuai dengan nominal yang kamu butuhkan.
Referensi:
https://arsitekinterior.com/biaya-renovasi-rumah-membengkak/
https://www.mitra10.com/blog/biaya-renovasi-rumah-per-meter
https://www.mitra10.com/blog/hal-penting-untuk-renovasi-rumah