
Adapundi gelar CSR 2026 “Pundi Kebaikan Ramadan” dengan salurkan bantuan bagi anak difabel di Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Komitmen inklusivitas sosial
Adapundi dan Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama loan channeling fase 2 untuk memperluas akses pendanaan digital yang aman. Baca selengkapnya.
Simak cuplikan wawancara Adapundi di CNBC mengenai tren penggunaan AI dalam industri fintech dan dampaknya bagi layanan keuangan. Baca selengkapnya.
Memulai usaha ternak ayam petelur memang terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dari sisi keuangan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang modal bisnis ayam petelur, mulai dari rincian biaya, estimasi modal berdasarkan skala usaha, cara menghitung keuntungan, hingga solusi mendapatkan tambahan modal jika dana yang kamu miliki belum mencukupi.
Sebelum memulai usaha, penting untuk memahami komponen biaya yang akan dikeluarkan. Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa menghindari kekurangan dana di tengah jalan.
Untuk memulai bisnis ayam petelur, ada beberapa komponen biaya utama yang perlu diperhitungkan sejak awal:
Bibit ayam menjadi faktor utama dalam usaha ini. Kamu bisa memilih ayam pullet (siap bertelur) atau DOC (Day Old Chick).
Harga ayam pullet biasanya lebih mahal, tetapi kamu bisa langsung mendapatkan hasil dalam waktu dekat.
Sementara DOC lebih murah, tetapi membutuhkan waktu pemeliharaan lebih lama hingga siap produksi.
Kandang merupakan investasi penting yang akan menentukan kenyamanan dan produktivitas ayam. Kamu bisa membuat kandang sendiri atau menyewa lahan.
Biaya pembuatan kandang tergantung pada bahan, ukuran, dan sistem kandang (baterai atau postal).
Peralatan seperti tempat pakan, tempat minum, lampu pemanas, dan wadah telur harus disiapkan sejak awal.
Meskipun terlihat sederhana, peralatan ini sangat berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan kesehatan ayam.
Pakan merupakan biaya terbesar dalam bisnis ayam petelur. Kamu perlu menyiapkan stok pakan minimal untuk 1–2 bulan pertama agar operasional berjalan lancar tanpa hambatan.
Untuk menjaga kesehatan ayam, kamu perlu menyediakan vitamin, vaksin, dan obat-obatan. Biaya ini penting untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kerugian besar.
Jika skala usaha cukup besar, kamu mungkin membutuhkan tenaga kerja untuk membantu perawatan ayam, pemberian pakan, hingga pengambilan telur.
Biaya ini mencakup listrik, air, transportasi, dan kebutuhan lain selama awal usaha berjalan. Jangan lupa memasukkan biaya tak terduga agar keuangan tetap aman.
Setelah mengetahui komponen biaya, sekarang saatnya memahami estimasi modal berdasarkan skala usaha:
Untuk pemula, skala kecil adalah pilihan yang ideal. Estimasi modal berkisar antara Rp5 juta hingga Rp15 juta, tergantung harga bibit dan kandang. Skala ini cocok untuk belajar sekaligus mengurangi risiko kerugian.
Jika kamu sudah memiliki pengalaman atau ingin langsung serius, skala menengah bisa dipilih. Modal yang dibutuhkan sekitar Rp15 juta hingga Rp40 juta. Dengan jumlah ayam lebih banyak, potensi keuntungan juga meningkat.
Untuk skala besar, modal yang dibutuhkan bisa mencapai Rp50 juta ke atas. Usaha ini sudah termasuk kategori bisnis yang membutuhkan manajemen lebih profesional, termasuk tenaga kerja dan sistem distribusi yang lebih luas.
Baca Juga: Usaha Modal 15 Juta yang Menarik untuk Pemula di 2026
Agar usaha berjalan dengan baik, kamu perlu memahami cara menghitung modal dan potensi keuntungan secara detail.
Biaya investasi meliputi pembelian bibit ayam, pembangunan kandang, dan peralatan. Ini adalah biaya yang dikeluarkan di awal dan biasanya bersifat jangka panjang.
Biaya operasional mencakup pakan, vitamin, listrik, dan tenaga kerja. Pastikan kamu mencatat semua pengeluaran agar bisa mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat.
Pendapatan diperoleh dari jumlah telur yang dihasilkan setiap hari dikalikan dengan harga jual telur di pasaran. Semakin tinggi produktivitas ayam, semakin besar potensi pendapatan.
ROI atau Return on Investment adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal awal. Dalam bisnis ayam petelur, biasanya ROI bisa dicapai dalam 6–12 bulan, tergantung skala usaha dan manajemen yang dijalankan.
Keuntungan dalam bisnis ini cukup menjanjikan, terutama jika dikelola dengan baik.
Jumlah telur per hari x harga jual telur = pendapatan harian kotor
Sebagai contoh, jika kamu memiliki 100 ekor ayam dengan produktivitas 80%, maka kamu bisa mendapatkan sekitar 80 butir telur per hari. Jika harga telur Rp2.000 per butir, maka pendapatan harian mencapai Rp160.000.
Pendapatan kotor - biaya pakan - biaya perawatan - biaya operasional lain = keuntungan bersih
Setelah dikurangi semua biaya, kamu bisa mengetahui keuntungan bersih yang sebenarnya. Ini penting untuk mengevaluasi apakah usaha berjalan dengan efisien atau tidak.
Keuntungan bisnis ayam petelur tidak selalu stabil. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti:
Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola usaha.
Baca Juga: 10 Cara Mempertahankan Usaha agar Tetap Berkembang
Saat modal yang dimiliki terbatas, banyak orang mulai mempertimbangkan penggunaan pinjaman modal usaha sebagai tambahan dana. Hal ini sebenarnya boleh saja, selama kamu memilih layanan yang legal, transparan, dan sesuai kemampuan finansial.
Pinjaman digital dapat membantu mempercepat realisasi usaha, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti pembelian bibit atau pakan. Namun, kamu tetap perlu mempertimbangkan bunga, tenor, serta kemampuan pembayaran agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari.
Pastikan juga kamu hanya menggunakan layanan yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar lebih aman.
Jika kamu ingin memulai usaha tetapi terkendala modal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya melalui layanan pinjaman digital yang praktis.
Berikut langkah-langkahnya:
Dengan proses yang cepat dan praktis, kamu bisa mendapatkan tambahan modal tanpa harus melalui prosedur yang rumit.
Memulai bisnis ayam petelur memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, terutama jika kamu ingin langsung menjalankannya dalam skala menengah atau besar.
Jika dana yang kamu miliki saat ini belum mencukupi, kamu bisa mempertimbangkan layanan pinjaman digital seperti Adapundi sebagai solusi tambahan modal.
Adapundi menawarkan proses pengajuan yang mudah, transparan, dan cepat, sehingga kamu bisa segera memulai usaha tanpa harus menunggu terlalu lama. Selain itu, Adapundi juga telah berizin dan diawasi oleh OJK, sehingga lebih aman untuk digunakan.
Download aplikasi Adapundi di Play Store atau App Store, cek limit yang tersedia, dan ajukan akses dana dengan mudah untuk memulai bisnis ayam petelur!
Referensi: