8 Cara Mengelola Uang THR agar Tetap Bijak Finansial saat Lebaran

Menerima THR sering terasa seperti napas segar di tengah kebutuhan Ramadhan dan Lebaran yang meningkat. Namun tanpa mengelola uang THR dengan tepat, maka bisa habis dalam waktu singkat. Padahal, jika diatur dengan baik, THR bisa membantu memperkuat kondisi finansial, bahkan untuk jangka panjang.
Berdasarkan survei YouGov tahun 2025, sekitar 58% masyarakat Indonesia justru berencana menyisihkan THR untuk ditabung. Di sisi lain, sekitar 55% tetap mengalokasikan dana untuk belanja kebutuhan Lebaran, sementara lebih dari setengah responden juga memprioritaskan zakat dan donasi.
Karena itu, memahami cara mengelola THR bukan hanya soal menahan pengeluaran, tetapi tentang mengoptimalkan manfaatnya untuk kebutuhan saat ini dan masa depan. Simak informasinya dalam artikel berikut ini.
Cara Mengelola Uang THR yang Umumnya Direkomendasikan
Setiap orang memiliki kondisi finansial yang berbeda. Namun secara umum, ada beberapa prinsip pengelolaan THR yang sering direkomendasikan dalam perencanaan keuangan. Berikut langkah yang bisa kamu terapkan agar penggunaan THR lebih terarah:
1. Tentukan Prioritas Pengeluaran THR
Langkah pertama adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan biasanya berkaitan dengan kewajiban atau hal yang tidak bisa ditunda, seperti zakat, mudik, atau membayar kewajiban tertentu.
Dengan menentukan prioritas sejak awal, kamu bisa menghindari penggunaan THR untuk hal yang kurang penting. Prinsip ini juga membantu kamu membuat keputusan finansial yang lebih rasional.
2. Pisahkan THR untuk Kebutuhan Pokok
Ramadhan dan Lebaran biasanya membawa pengeluaran tambahan, mulai dari konsumsi hingga kebutuhan keluarga. Karena itu, memisahkan dana khusus kebutuhan pokok bisa membantu menjaga stabilitas keuangan.
Kebutuhan hari raya sering mencakup biaya perjalanan, bingkisan, atau konsumsi tambahan. Jika tidak dipisahkan sejak awal, pengeluaran bisa terasa tidak terkontrol.
3. Sisihkan untuk Tabungan dan Dana Darurat
THR bisa menjadi momentum untuk memperkuat kondisi finansial jangka panjang. Salah satu caranya dengan menambah dana darurat.
Secara umum, dana darurat ideal berkisar 3 sampai 6 kali penghasilan bulanan untuk yang belum memiliki tanggungan, dan 6 sampai 12 belas kali penghasilan untuk yang sudah berkeluarga.
Beberapa perencana keuangan menyarankan sebagian THR dialokasikan untuk tujuan finansial jangka panjang. Dalam referensi perencanaan keuangan, sekitar 20 sampai 30 persen THR dapat diarahkan ke instrumen simpanan atau investasi.
4. Alokasikan Sebagian untuk Bayar Utang atau Kewajiban
THR adalah tambahan pemasukan di luar gaji rutin. Karena itu, sebagian dana bisa dialokasikan untuk melunasi atau mengurangi utang.
Sebagai gambaran, sebagian perencanaan menyarankan alokasi sekitar 10% THR untuk mengurangi kewajiban finansial agar kondisi keuangan lebih sehat setelah Lebaran.
5. Batasi Pengeluaran Konsumtif
Belanja kebutuhan Lebaran memang wajar. Namun penting untuk memastikan belanja dilakukan secara sadar, bukan impulsif.
Tanpa kontrol, THR bisa habis untuk barang yang sebenarnya bisa ditunda pembeliannya. Prinsip sederhana seperti membuat daftar kebutuhan bisa membantu menghindari pengeluaran berlebihan.
6. Tetapkan Anggaran Hiburan dan Kesenangan
Menggunakan sebagian THR untuk kebahagiaan pribadi tetap penting. Kamu tetap bisa menikmati momen Lebaran, tetapi dengan batas anggaran yang jelas.
Dengan menetapkan batas ini, kamu bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan emosional dan kondisi finansial.
7. Sisihkan untuk Sedekah atau Zakat
Selain sebagai kewajiban, zakat dan sedekah juga membantu menata pengeluaran secara lebih bermakna.
Banyak perencanaan keuangan menyarankan menyisihkan zakat sebelum mengalokasikan THR untuk kebutuhan pribadi agar penggunaan dana lebih terstruktur.
8. Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala
Setelah Lebaran, evaluasi penggunaan THR bisa membantu kamu membuat perencanaan yang lebih baik di tahun berikutnya.
Dengan melakukan review, kamu bisa mengetahui pola pengeluaran dan memperbaiki strategi keuangan ke depannya.
Pentingkah Mengatur Uang THR?
Mengatur THR bukan hanya soal menghindari kehabisan uang setelah Lebaran. THR juga memiliki peran ekonomi yang cukup besar, karena peningkatan pendapatan masyarakat biasanya akan meningkatkan konsumsi rumah tangga.
Namun dari sisi individu, pengelolaan THR yang baik bisa membantu menjaga kestabilan keuangan keluarga. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang menantang, pengelolaan dana tambahan seperti THR menjadi semakin relevan.
Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga bisa membantu mempersiapkan kebutuhan masa depan.
Solusi Perencanaan Keuangan Lebaran Bersama Adapundi
Mengelola THR dengan bijak membantu kamu menjalani Ramadhan dan Lebaran dengan lebih tenang. Kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan hari raya, menjalankan kewajiban sosial, sekaligus menjaga kondisi finansial tetap stabil.
Namun dalam kondisi tertentu, kebutuhan mendesak bisa tetap muncul di luar rencana. Dalam situasi seperti ini, penting memilih solusi finansial yang informatif, transparan, dan sesuai kebutuhan.
Adapundi hadir sebagai aplikasi pinjaman yang mengutamakan keamanan dan transparansi layanan. Setiap layanan Adapundi telah diawasi, berizin, dan berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Hal ini membantu memastikan setiap proses transaksi berjalan dengan standar keamanan yang jelas dan dapat dipahami pengguna.
Sebelum mengajukan, pastikan kamu membaca informasi layanan secara menyeluruh sebelum menggunakan. Ini dapat membantu membuat keputusan finansial yang bijak sesuai dengan rencana keuangan.
Bukan hanya menyediakan pinjaman, Adapundi juga akan membuat Ramadan kamu lebih seru dengan berbagai kegiatan di akun instagram resmi Adapundi. Ini dia yang bisa kamu coba:
- Pundi Kebaikan, program berbagi yang mengajak kamu menebar manfaat selama Ramadan.
- Kuis seru selama Ramadan dengan berbagai tantangan menarik.
- Kesempatan mendapatkan hadiah jutaan rupiah.
Download Adapundi sekarang dan temukan solusi finansial yang bantu jaga keseimbangan kebutuhan hari ini dan perencanaan masa depan.
Sumber: