Cara Menaikkan Skor Kredit: Tips agar Pinjaman Mudah Disetujui

Banyak orang mencari “cara menaikkan skor kredit” setelah pengajuan pinjaman ditolak.
Cara menaikkan skor kredit bisa dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan menghindari galbay. Di Indonesia, untuk menaikkan skor kredit ini perlu juga dilakukan dengan hasil SLIK sehingga perbaikan skor kredit bisa lebih terarah.
Oleh karena itu, simak penjelasan dari Adapundi di bawah ini!
Apa Itu Skor Kredit?
Skor kredit adalah angka yang menggambarkan tingkat kelayakan seseorang dalam mengelola pinjaman atau kewajiban finansial. Angka ini biasanya dihitung berdasarkan riwayat pembayaran, jumlah utang, serta perilaku kredit lainnya yang tercatat dalam sistem lembaga keuangan.
Di Indonesia, skor kredit umumnya tercatat dalam sistem SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sistem ini menyimpan data riwayat kredit seseorang, termasuk pinjaman bank, kartu kredit, hingga layanan pinjaman digital.
Semakin baik skor kredit yang kamu miliki, semakin tinggi pula peluang pengajuan pinjaman disetujui. Sebaliknya, skor kredit yang buruk dapat membuat lembaga keuangan menilai bahwa risiko gagal bayar lebih tinggi.
Baca Juga: Cara Agar Pinjol di Acc: Tips Cepat dan Aman
Faktor Apa yang Mempengaruhi Skor Kredit di Indonesia?
Skor kredit tidak muncul secara acak. Ada beberapa faktor yang menjadi dasar penilaian lembaga keuangan terhadap profil kredit seseorang.
1. Riwayat Pembayaran (Payment History)
Riwayat pembayaran merupakan faktor paling penting dalam menentukan skor kredit. Jika kamu selalu membayar cicilan tepat waktu, sistem akan mencatat perilaku finansial yang baik.
Sebaliknya, keterlambatan pembayaran atau tunggakan akan menurunkan skor kredit secara signifikan. Oleh karena itu, membayar tagihan tepat waktu adalah langkah paling sederhana namun efektif untuk memperbaiki skor kredit.
2. Rasio Utilisasi Kredit (Credit Utilization)
Rasio utilisasi kredit adalah perbandingan antara jumlah kredit yang digunakan dengan total limit yang tersedia.
Misalnya, jika kamu memiliki limit Rp10 juta tetapi menggunakan Rp8 juta, maka rasio utilisasi kreditmu mencapai 80%.
Idealnya, rasio ini dijaga di bawah 30%. Rasio yang terlalu tinggi menunjukkan bahwa kamu sangat bergantung pada pinjaman sehingga berpotensi menurunkan skor kredit.
3. Lama Riwayat Kredit (Length of Credit History)
Semakin lama riwayat kredit yang kamu miliki, semakin banyak data yang dapat digunakan untuk menilai perilaku finansialmu.
Riwayat kredit yang panjang dan konsisten biasanya menunjukkan stabilitas dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, mempertahankan akun kredit yang sehat dalam jangka panjang dapat membantu meningkatkan skor kredit.
4. Jenis Kredit yang Digunakan
Jenis kredit yang beragam juga dapat memengaruhi skor kredit. Contohnya adalah kombinasi kartu kredit, cicilan kendaraan, atau pinjaman digital.
Memiliki variasi kredit yang dikelola dengan baik menunjukkan bahwa kamu mampu mengatur berbagai kewajiban finansial secara bertanggung jawab.
5. Frekuensi Pengajuan Kredit Baru
Setiap kali kamu mengajukan kredit baru, lembaga keuangan biasanya akan melakukan pengecekan data kredit. Jika terlalu sering mengajukan pinjaman dalam waktu singkat, sistem dapat menilai bahwa kamu sedang mengalami tekanan finansial.
Akibatnya, skor kredit bisa menurun dan peluang persetujuan pinjaman menjadi lebih kecil.
Baca Juga: Pelajari Cara Hitung Bunga Pinjaman yang Benar
Penyebab Umum Skor Kredit Rendah pada Pinjaman Online
Banyak pengguna pinjaman digital tidak menyadari bahwa beberapa kebiasaan finansial dapat menurunkan skor kredit. Berikut ini penyebabnya:
1. Keterlambatan atau Tunggakan Pembayaran
Keterlambatan membayar cicilan adalah penyebab utama skor kredit menurun. Bahkan keterlambatan beberapa hari saja bisa tercatat dalam sistem kredit. Jika kebiasaan ini terjadi berulang kali, skor kredit akan semakin sulit diperbaiki.
2. Terlalu Banyak Pinjaman Aktif
Memiliki terlalu banyak pinjaman aktif dapat menunjukkan bahwa beban utangmu cukup tinggi. Hal ini membuat lembaga keuangan menilai bahwa risiko gagal bayar meningkat.
Akibatnya, skor kredit bisa menurun dan pengajuan pinjaman berikutnya menjadi lebih sulit disetujui.
3. Pengajuan Pinjaman Berulang dalam Waktu Singkat
Sering mengajukan pinjaman dalam waktu singkat juga dapat menurunkan skor kredit. Sistem akan menganggap bahwa kamu sedang membutuhkan dana secara mendesak.
Hal ini dapat menimbulkan persepsi risiko yang lebih tinggi bagi lembaga pemberi pinjaman.
4. Kesalahan Data di Sistem SLIK OJK
Tidak semua skor kredit rendah disebabkan oleh perilaku finansial yang buruk. Dalam beberapa kasus, kesalahan data di sistem SLIK juga bisa memengaruhi skor kredit.
Misalnya, ada pinjaman yang sudah lunas tetapi masih tercatat sebagai tunggakan. Oleh karena itu, penting untuk mengecek data kredit secara berkala.
Cara Menaikkan Skor Kredit Secara Umum
Jika skor kreditmu sedang rendah, jangan khawatir. Ada beberapa langkah praktis yang dapat kamu lakukan sebagai cara menaikkan skor kredit secara bertahap:
1. Lunasi Semua Tunggakan dan Utang yang Ada
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melunasi semua tunggakan yang masih ada. Tunggakan merupakan faktor utama yang menyebabkan skor kredit menurun.
Setelah semua utang tertunggak dilunasi, skor kredit biasanya akan mulai membaik secara bertahap.
2. Selalu Bayar Tagihan Tepat Waktu
Disiplin membayar tagihan tepat waktu adalah kebiasaan finansial yang sangat penting. Kamu bisa mengatur pengingat pembayaran agar tidak melewatkan tanggal jatuh tempo.
Semakin konsisten riwayat pembayaranmu, semakin baik pula penilaian kredit yang akan tercatat.
3. Jaga Rasio Utilisasi Kredit di Bawah 30%
Usahakan agar penggunaan limit kredit tidak melebihi 30% dari total limit yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa kamu menggunakan kredit secara bijak.
Jika rasio kredit terlalu tinggi, cobalah untuk mengurangi penggunaan atau melunasi sebagian utang.
Baca Juga: Pinjaman Dana Cepat: Solusi untuk Kebutuhan Mendadak
4. Batasi Pengajuan Kredit Baru
Mengajukan kredit baru secara berlebihan dapat memberikan sinyal negatif pada sistem penilaian kredit.
Sebaiknya ajukan pinjaman hanya ketika benar-benar diperlukan dan sesuai dengan kemampuan finansial.
5. Perbaiki Kesalahan Data di SLIK OJK
Jika kamu menemukan kesalahan data dalam laporan kredit, segera ajukan koreksi melalui lembaga keuangan terkait.
Perbaikan data ini dapat membantu memperbaiki skor kredit jika sebelumnya terdapat kesalahan pencatatan.
Cara Menaikkan Skor Kredit Pinjaman Online dengan Bertanggung Jawab
Selain cara umum, ada beberapa langkah khusus yang dapat membantu meningkatkan skor kredit dari penggunaan pinjaman digital.
1. Pilih Pinjaman Daring Legal Berizin OJK
Langkah pertama adalah memastikan bahwa kamu menggunakan layanan pinjaman daring yang memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan.
Pinjaman legal biasanya melaporkan data kredit pengguna ke sistem resmi, sehingga riwayat pembayaranmu dapat tercatat secara positif.
2. Mulai dengan Pinjaman Kecil dan Bayar Tepat Waktu
Jika ingin membangun riwayat kredit yang baik, kamu bisa mulai dengan pinjaman dalam jumlah kecil.
Setelah itu, pastikan semua cicilan dibayar tepat waktu agar sistem mencatat riwayat kredit yang positif.
3. Gunakan Fitur Auto Debet untuk Menghindari Keterlambatan
Beberapa layanan pinjaman daring menyediakan fitur auto debet untuk pembayaran cicilan otomatis.
Fitur ini membantu menghindari keterlambatan pembayaran yang dapat menurunkan skor kredit.
4. Bangun Riwayat Kredit Positif Secara Bertahap
Skor kredit tidak dapat meningkat secara instan. Kamu perlu membangun riwayat pembayaran yang konsisten selama beberapa waktu.
Semakin lama riwayat kredit positif yang tercatat, semakin tinggi pula peluang peningkatan skor kredit.
Bagaimana Langkah Mengecek dan Memantau Skor Kredit?
Mengetahui kondisi skor kredit sangat penting untuk memahami posisi finansialmu. Dengan memantau secara rutin, kamu juga bisa mengetahui apakah strategi cara menaikkan skor kredit yang dilakukan sudah efektif.
1. Cek Melalui Situs Resmi OJK atau SLIK
Kamu dapat mengecek riwayat kredit melalui layanan SLIK yang disediakan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Layanan ini menampilkan informasi lengkap mengenai pinjaman, riwayat pembayaran, serta status kredit yang tercatat dalam sistem.
2. Gunakan Layanan Credit Bureau Swasta
Selain SLIK, ada juga beberapa biro kredit swasta yang menyediakan layanan pemantauan skor kredit.
Layanan ini biasanya memberikan analisis tambahan mengenai kondisi kredit dan rekomendasi perbaikannya.
3. Pantau Secara Berkala Setiap 3–6 Bulan
Memantau skor kredit secara berkala membantu kamu mengetahui perkembangan kondisi kredit.
Dengan melakukan pengecekan setiap 3–6 bulan, kamu dapat segera mengambil tindakan jika terdapat masalah pada laporan kredit.
Baca Juga: 6 Pinjaman Modal Usaha Cepat Cair UMKM Indonesia
Berapa Lama Skor Kredit Membaik Setelah Diperbaiki?
Banyak orang berharap skor kredit dapat membaik secara instan setelah melunasi utang. Namun, dalam praktiknya, proses peningkatan skor kredit membutuhkan waktu.
Biasanya, perbaikan skor kredit dapat mulai terlihat dalam beberapa bulan setelah kamu menunjukkan perilaku finansial yang lebih baik. Namun, untuk perubahan yang signifikan, proses ini bisa memerlukan waktu antara 6 bulan hingga 1 tahun.
Hal ini terjadi karena sistem penilaian kredit memerlukan riwayat pembayaran yang konsisten untuk memastikan bahwa perubahan perilaku finansial benar-benar stabil.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mencoba Menaikkan Skor Kredit
Dalam proses memperbaiki skor kredit, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna layanan keuangan. Menghindari kesalahan ini dapat mempercepat proses peningkatan skor kredit.
1. Mengajukan Terlalu Banyak Pinjaman Sekaligus
Banyak orang mencoba mengajukan pinjaman di berbagai platform sekaligus ketika membutuhkan dana cepat.
Padahal, terlalu banyak pengajuan dalam waktu singkat dapat menurunkan skor kredit karena dianggap sebagai sinyal risiko finansial.
2. Mengabaikan Tagihan Kecil seperti PayLater
Beberapa orang menganggap tagihan kecil seperti layanan PayLater tidak terlalu penting.
Padahal, keterlambatan pembayaran pada layanan ini juga dapat tercatat dalam sistem kredit dan memengaruhi skor kredit secara keseluruhan.
3. Menggunakan Pinjol Ilegal yang Tidak Melaporkan ke OJK
Pinjaman ilegal biasanya tidak terhubung dengan sistem pelaporan resmi.
Akibatnya, meskipun kamu membayar tepat waktu, riwayat kredit tersebut tidak akan membantu meningkatkan skor kredit.
Solusi Pinjaman Online Aman untuk Membantu Menaikkan Skor Kredit
Dengan memahami cara menaikkan skor kredit serta cara menaikkan skor kredit pinjaman online melalui pembayaran tepat waktu, pengurangan rasio utang, dan pemilihan layanan legal, kamu bisa meningkatkan peluang persetujuan pinjaman di masa depan tanpa risiko berlebih.
Jika kamu mencari pinjaman daring yang legal, berizin OJK, dan membantu membangun riwayat kredit positif, coba Adapundi.
Dengan proses mudah, bunga kompetitif, dan pelaporan yang tepat ke sistem resmi, Adapundi menjadi pilihan tepat untuk kebutuhan dana yang bertanggung jawab.
Download aplikasi Adapundi sekarang melalui Google Play Store, cek limit kamu, dan mulailah langkah cerdas membangun skor kredit yang lebih baik. Kunjungi halaman utama Adapundi untuk informasi lengkap produk pinjaman legal.
Referensi:
https://ojk.go.id/id/kanal/perbankan/Pages/Sistem-Layanan-Informasi-Keuangan-SLIK.aspx
