Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat agar Keuangan Lebih Ringan

Melunasi kredit lebih cepat sering menjadi pilihan banyak orang agar beban cicilan segera selesai dan kondisi finansial terasa lebih lega. Namun, sebelum mengambil keputusan tersebut, kamu perlu memahami cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat supaya tidak salah menghitung total tagihan, bunga berjalan, hingga biaya penalti.
Melalui perencanaan yang tepat, pelunasan lebih awal justru dapat membantu mengurangi tekanan keuangan dan membuat pengelolaan dana menjadi lebih sehat. Simak caranya di bawah ini!
Mengenal Apa Itu Pelunasan Kredit Dipercepat?
Pelunasan kredit dipercepat adalah proses membayar seluruh sisa pinjaman sebelum tenor atau masa cicilan berakhir. Biasanya, langkah ini dilakukan ketika debitur memiliki dana tambahan, tabungan yang cukup, atau ingin segera bebas dari kewajiban utang.
Dalam praktiknya, pelunasan lebih awal tidak hanya mencakup sisa pokok pinjaman saja. Ada beberapa komponen lain yang perlu diperhatikan seperti bunga berjalan, biaya administrasi, hingga penalti pelunasan.
Di Indonesia, ketentuan mengenai pelunasan kredit dipercepat juga telah diatur oleh OJK melalui Surat Edaran OJK Nomor 13/SEOJK.07/2014 tentang Perjanjian Baku. Pada aturan tersebut dijelaskan bahwa Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib membuat perjanjian yang memenuhi unsur keseimbangan, keadilan, dan kewajaran bagi debitur.
Baca Juga: Butuh Pinjaman Darurat Langsung Cair? Cek Infonya Di Sini
Jenis-Jenis Biaya dalam Percepatan Pelunasan Kredit
Sebelum menghitung total pelunasan, ada beberapa jenis biaya yang biasanya muncul saat proses pelunasan kredit dipercepat:
1. Biaya Percepatan Pelunasan
Biaya percepatan pelunasan atau penalti merupakan biaya tambahan yang dikenakan karena kredit dilunasi sebelum jatuh tempo. Nominalnya berbeda-beda tergantung kebijakan lembaga pembiayaan, biasanya berkisar antara 3% hingga 7% dari sisa pokok pinjaman.
Tujuan biaya ini adalah untuk mengganti potensi keuntungan bunga yang seharusnya diterima pihak pemberi kredit hingga akhir tenor.
2. Denda Keterlambatan
Jika sebelumnya kamu pernah menunggak cicilan, maka denda keterlambatan tetap harus dibayarkan saat pelunasan dilakukan. Besarnya denda umumnya dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan pembayaran.
Karena itu, penting untuk memastikan semua cicilan sudah dalam kondisi lancar sebelum mengajukan pelunasan dipercepat.
3. Biaya Provisi
Biaya provisi adalah biaya yang biasanya dibebankan di awal pengajuan pinjaman sebagai bentuk administrasi persetujuan kredit. Meski sering dibayar di awal, beberapa produk kredit tertentu tetap memasukkan perhitungan provisi dalam proses penutupan pinjaman.
Pastikan kamu mengecek kembali rincian kontrak kredit agar mengetahui apakah masih ada biaya provisi yang tersisa.
4. Biaya Tahunan
Pada beberapa produk pembiayaan seperti kartu kredit atau pinjaman tertentu, terdapat biaya tahunan yang tetap harus diselesaikan meskipun kredit dilunasi lebih awal.
Biaya ini biasanya muncul sebagai kewajiban administrasi layanan yang telah digunakan selama masa pinjaman berjalan.
5. Biaya Asuransi
Beberapa pinjaman memiliki perlindungan asuransi jiwa atau asuransi kredit. Dalam kondisi tertentu, ada biaya asuransi yang tetap dihitung hingga masa pelunasan dilakukan.
Namun, ada juga lembaga pembiayaan yang memberikan pengembalian sebagian premi apabila pelunasan dilakukan lebih cepat. Hal ini tergantung kebijakan masing-masing penyedia layanan keuangan.
Baca Juga: Dana Talangan Mendesak: Solusi Kebutuhan Darurat
Bagaimana Cara Menghitung Pelunasan Kredit Dipercepat?
Setelah memahami jenis biaya yang mungkin muncul, berikut langkah-langkah cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat yang perlu kamu ketahui:
1. Mengecek Sisa Pokok dan Bunga Kredit
Langkah pertama adalah mengetahui sisa pokok pinjaman dan bunga berjalan.
Rumus sederhananya:
Saldo Pokok Hutang = Total Plafon Pinjaman – Jumlah Angsuran Pokok hingga Bulan Berjalan
Bunga Berjalan = Total Bunga – Akumulasi Bunga hingga Angsuran Berjalan
Sebagai contoh:
Kamu memiliki pinjaman sebesar Rp120 juta dengan tenor 36 bulan dan bunga flat 1,5% per bulan.
- Setiap bulan, cicilan pokoknya adalah: Rp120 juta : 36 = Rp3.333.333
- Sementara bunga per bulan: 1,5% x Rp120 juta = Rp1.800.000
Jika kamu ingin melunasi pinjaman pada bulan ke-18, maka total cicilan pokok yang sudah dibayarkan selama 17 bulan adalah:
Rp3.333.333 x 17 = Rp56.666.661
Artinya, sisa pokok pinjaman masih sekitar: Rp120 juta – Rp56.666.661 = Rp63.333.339
Lalu, total bunga selama 36 bulan adalah: Rp1.800.000 x 36 = Rp64.800.000
Bunga yang sudah dibayar selama 17 bulan: Rp1.800.000 x 17 = Rp30.600.000
Maka, bunga berjalan yang tersisa sekitar: Rp64.800.000 – Rp30.600.000 = Rp34.200.000
Dari sini, kamu bisa memperkirakan total kewajiban sebelum pelunasan dilakukan.
2. Menyesuaikan Dana atau Tabungan untuk Pelunasan
Setelah mengetahui sisa kewajiban kredit, langkah berikutnya adalah menyesuaikan kemampuan dana yang dimiliki.
Misalnya, kamu memiliki cicilan rumah sebesar Rp2,8 juta per bulan dengan tenor panjang. Di sisi lain, kamu rutin menabung Rp2 juta setiap bulan khusus untuk percepatan pelunasan.
Dalam setahun, tabungan yang terkumpul bisa mencapai:
Rp2 juta x 12 = Rp24 juta
Dana tersebut dapat digunakan untuk mengurangi sisa pokok pinjaman sehingga masa cicilan menjadi lebih singkat. Cara ini cukup efektif membantu mempercepat pelunasan tanpa mengganggu kebutuhan harian.
3. Menghitung Biaya Penalti Pelunasan Lebih Awal
Banyak lembaga pembiayaan menerapkan penalti bagi nasabah yang melunasi pinjaman sebelum tenor selesai.
Rumus sederhananya:
Biaya Penalti = Sisa Utang + (Sisa Utang x Persentase Penalti)
Contohnya, sisa utang kamu sebesar Rp8 juta dan biaya penalti yang berlaku adalah 5%.
Maka perhitungannya:
- Rp8 juta + (Rp8 juta x 5%)
- = Rp8 juta + Rp400 ribu
- = Rp8,4 juta
Maka dari itu, sebelum melakukan pelunasan dipercepat, pastikan kamu meminta simulasi resmi dari pihak pemberi pinjaman agar mengetahui total pembayaran secara akurat.
4. Memastikan Tidak Ada Tunggakan dan Denda
Saat melakukan pelunasan kredit, pihak lembaga pembiayaan biasanya akan memeriksa apakah masih ada tunggakan atau denda keterlambatan.
Sebagai contoh, angsuran bulanan kamu Rp1,8 juta dan denda keterlambatan dihitung sebesar 6% dari cicilan bulanan dibagi 30 hari.
Perhitungannya:
- (6% x Rp1,8 juta) : 30 = Rp3.600 per hari
Jika keterlambatan berlangsung selama 7 hari, maka total denda yang perlu dibayarkan adalah:
- Rp3.600 x 7 = Rp25.200
Meski nominalnya terlihat kecil, denda tetap perlu diselesaikan agar proses pelunasan berjalan lancar.
5. Menyiapkan Biaya Administrasi Pelunasan
Selain penalti, beberapa lembaga keuangan juga mengenakan biaya administrasi pelunasan.
Sebagai contoh, biaya administrasi ditetapkan sebesar 3% dari plafon pinjaman. Jika kamu memiliki pinjaman Rp40 juta, maka biaya administrasinya adalah:
3% x Rp40 juta = Rp1,2 juta
Biaya ini biasanya digunakan untuk proses penutupan rekening kredit dan penerbitan surat pelunasan.
Kalau setelah menghitung kamu merasa total pelunasan cukup besar dan butuh tambahan dana, kamu bisa mempertimbangkan solusi pendanaan yang lebih fleksibel.
Untuk kebutuhan seperti pelunasan kredit, dana darurat, atau kebutuhan mendesak lainnya, kamu bisa mengakses solusi pinjaman digital yang prosesnya cepat dan praktis seperti Adapundi.
Faktor yang Memengaruhi Nominal Pelunasan Kredit
Besarnya biaya pelunasan kredit dipercepat dapat berbeda pada setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
- Sisa pokok pinjaman yang belum dibayarkan
- Jenis bunga kredit yang digunakan
- Lama tenor pinjaman
- Kebijakan penalti dari lembaga pembiayaan
- Riwayat pembayaran cicilan nasabah
- Adanya tunggakan atau denda keterlambatan
- Biaya administrasi tambahan
- Jenis produk pinjaman yang digunakan
- Perhitungan bunga berjalan saat pelunasan dilakukan
- Adanya biaya asuransi kredit yang masih aktif
Semakin besar sisa pokok pinjaman dan biaya penalti, maka nominal pelunasan juga akan semakin tinggi.
Baca Juga: Dana Talangan Pribadi Tanpa Jaminan Untuk Kebutuhanmu
Tips Sebelum Mengajukan Pelunasan Kredit Dipercepat
Agar keputusan pelunasan lebih awal tidak mengganggu kondisi finansial, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan terlebih dahulu.
1. Pastikan Kondisi Keuangan Tetap Stabil
Jangan sampai seluruh tabungan habis hanya untuk melunasi kredit. Pastikan kebutuhan utama seperti biaya makan, pendidikan, dan dana darurat tetap aman setelah pelunasan dilakukan. Pelunasan yang sehat adalah yang tetap menjaga kestabilan keuangan jangka panjang.
2. Siapkan Dana Pelunasan Secara Bertahap
Kamu tidak harus langsung memiliki seluruh dana pelunasan sekaligus. Menyisihkan penghasilan secara rutin setiap bulan dapat menjadi strategi yang lebih ringan. Cara ini juga membantu kamu menghindari tekanan finansial mendadak.
3. Minta Rincian Tagihan Secara Detail
Sebelum membayar, mintalah simulasi resmi dari pihak pemberi kredit mengenai total pelunasan.
Rincian tersebut biasanya mencakup:
- Sisa pokok pinjaman
- Bunga berjalan
- Penalti
- Denda
- Biaya administrasi
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui jumlah pasti yang perlu dibayarkan.
4. Bandingkan Manfaat dan Risiko Pelunasan
Pelunasan dipercepat memang dapat mengurangi beban cicilan bulanan. Namun, dalam beberapa kasus, penalti yang terlalu besar justru membuat total pengeluaran menjadi kurang efisien.
Karena itu, pertimbangkan kembali apakah pelunasan lebih awal benar-benar menguntungkan bagi kondisi finansialmu.
5. Hindari Menggunakan Dana Darurat Seluruhnya
Dana darurat sebaiknya tetap tersedia untuk kebutuhan tak terduga seperti biaya kesehatan atau kehilangan penghasilan. Idealnya, gunakan dana khusus tabungan pelunasan agar kondisi keuangan tetap aman setelah kredit selesai dibayar.
Kelola Kebutuhan Finansial Lebih Praktis Bersama Adapundi
Mengatur cicilan dan kebutuhan finansial memang membutuhkan perencanaan yang matang. Jika kamu membutuhkan solusi dana yang praktis untuk berbagai kebutuhan mendesak, Adapundi bisa menjadi pilihan yang membantu.
Adapundi menawarkan proses pengajuan pinjaman digital yang praktis dan mudah langsung melalui aplikasi. Proses pencairan juga cepat tanpa jaminan, sehingga cocok untuk membantu kebutuhan dana mendesak maupun pengelolaan kebutuhan finansial lainnya.
Melalui aplikasi Adapundi, kamu dapat mengatur kebutuhan dana secara lebih fleksibel tanpa proses yang rumit. Segera download aplikasi Adapundi sekarang dan temukan solusi finansial yang lebih praktis sesuai kebutuhanmu!
Referensi:
https://www.99.co/id/panduan/cara-perhitungan-pelunasan-kpr-dipercepat/
