Kimpul Itu Apa? Kenali Umbi Viral dan Peluang Usaha Olahannya

Oleh Putri Soraya · 14 September 2026 · 8 mnt baca

Dapatkan ringkasan:
Bagikan:
Kimpul Itu Apa? Kenali Umbi Viral dan Peluang Usaha Olahannya

Kimpul belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Meski namanya terdengar asing bagi sebagian orang, umbi ini sebenarnya sudah lama dikonsumsi di berbagai daerah di Indonesia.

Lalu, kimpul itu apa dan apakah sama dengan talas? Kimpul merupakan umbi dari keluarga talas-talasan yang dapat diolah menjadi berbagai makanan, mulai dari sajian sederhana hingga produk camilan yang berpotensi dijual.

Kimpul Itu Apa?

Kimpul adalah tanaman umbi dari keluarga talas-talasan atau Araceae. Nama ilmiahnya adalah Xanthosoma sagittifolium. Di Indonesia, kimpul juga dikenal dengan beberapa nama daerah, termasuk talas Belitung, bentul, bothe, dan sebutan lainnya.

Jadi, kalau kamu ditanya apa itu kimpul, sederhananya kimpul merupakan umbi berpati yang masih satu keluarga dengan talas, tetapi berasal dari jenis tanaman yang berbeda.

Umbi kimpul dapat dikonsumsi setelah dimasak dengan benar. Cara pengolahannya beragam, seperti direbus, dikukus, digoreng, atau diolah kembali menjadi tepung dan makanan ringan.

Kenapa Kimpul Mendadak Viral?

saya ganti kimpul Kimpul kembali menjadi perbincangan setelah muncul tren “saya ganti kimpul” di media sosial. Tren tersebut memperlihatkan penggunaan kimpul sebagai pengganti atau bahan alternatif dalam berbagai kreasi makanan.

Konten-konten tersebut membuat banyak orang yang sebelumnya belum mengenal kimpul mulai penasaran dengan rasa, tekstur, hingga cara mengolahnya.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana bahan pangan lokal yang sebenarnya sudah dikenal sejak lama bisa kembali populer ketika dikemas melalui kreasi makanan yang menarik dan mudah diterima pengguna media sosial.

Apa Perbedaan Kimpul dan Talas?

Kimpul dan talas memang sama-sama berasal dari keluarga Araceae. Namun, keduanya bukan tanaman yang sama.

Perbedaan Kimpul Talas
Nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium Colocasia esculenta
Keluarga Araceae Araceae
Sebutan umum Kimpul, talas Belitung, bentul, bothe Talas
Umbi Umumnya menghasilkan umbi anak di sekitar bagian utama tanaman Memiliki umbi utama yang menjadi bagian penting untuk dikonsumsi
Pemanfaatan Direbus, dikukus, digoreng, dibuat keripik atau tepung Dikukus, direbus, digoreng, dibuat keripik, kue, dan berbagai makanan lainnya

Dengan demikian, menyebut kimpul sebagai bagian dari kelompok talas-talasan memang benar. Namun, kimpul dan talas biasa merupakan jenis tanaman yang berbeda.

Kimpul Bisa Diolah Menjadi Apa Saja?

Tekstur kimpul yang berpati membuatnya cukup fleksibel untuk diolah. Selain direbus atau dikukus untuk dikonsumsi langsung, kimpul juga dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Beberapa contoh olahan kimpul antara lain:

  • keripik kimpul;
  • stik atau makanan ringan;
  • kimpul goreng dengan aneka bumbu;
  • tepung kimpul;
  • kue dan camilan berbahan tepung kimpul;
  • donat atau roti dengan campuran kimpul;
  • kroket dan camilan gurih;
  • adaptasi makanan modern dengan kimpul sebagai salah satu bahan utama.

Untuk produk komersial, rasa bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Kemasan, ukuran produk, konsistensi kualitas, masa simpan, dan cara pemasaran juga dapat memengaruhi minat konsumen.

Apakah Kimpul Bisa Menjadi Peluang Usaha?

Ya, kimpul dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, terutama dalam bentuk produk olahan seperti keripik, makanan ringan, tepung, atau kreasi makanan kekinian.

Popularitas suatu bahan pangan dapat membantu menarik perhatian konsumen. Namun, tren saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah usaha akan menguntungkan.

Sebelum memulai, calon pelaku usaha perlu memperhitungkan beberapa hal, seperti permintaan konsumen, harga dan ketersediaan kimpul, biaya produksi, jenis produk yang ingin dijual, harga jual kompetitor, serta target pasar.

Misalnya, jika ingin menjual keripik kimpul, lakukan uji coba dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Produk dapat ditawarkan kepada keluarga, teman, komunitas, atau melalui media sosial untuk melihat respons pasar sebelum meningkatkan kapasitas produksi.

Pendekatan seperti ini membantu mengurangi risiko mengeluarkan modal terlalu besar untuk produk yang permintaannya belum teruji.

Contoh Usaha Olahan Kimpul yang Bisa Dicoba

Kimpul dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jika hanya dijual dalam bentuk umbi mentah. Pilihan usahanya bisa disesuaikan dengan modal, kemampuan produksi, target pasar, dan cara pemasaran.

1. Keripik Kimpul

Keripik kimpul termasuk salah satu produk yang relatif mudah dikenalkan ke pasar karena bentuknya familiar sebagai camilan. Kimpul dapat diiris tipis, digoreng hingga renyah, lalu diberi variasi rasa seperti original, balado, keju, barbeque, atau pedas.

Produk ini dapat dijual dalam kemasan kecil untuk konsumsi pribadi maupun kemasan lebih besar untuk keluarga. Penjualannya bisa dilakukan melalui media sosial, marketplace, toko oleh-oleh, warung, atau sistem titip jual.

Hal yang perlu diperhatikan adalah konsistensi rasa, kerenyahan, kualitas minyak, ketahanan produk, dan kemasan yang mampu menjaga keripik tetap renyah.

2. Stik Kimpul

Selain keripik, kimpul juga bisa diolah menjadi stik gurih. Produk ini cocok untuk konsumen yang menyukai camilan ringan dengan tekstur renyah.

Stik kimpul dapat dibuat dalam beberapa varian bumbu dan ukuran kemasan. Produk seperti ini cukup fleksibel untuk dijual sebagai camilan harian, suguhan, maupun produk hampers.

Jika ingin mengembangkan usaha stik kimpul, pelaku usaha perlu memperhatikan ukuran potongan agar seragam, tingkat kematangan, penggunaan bumbu, dan kualitas kemasan.

3. Tepung Kimpul

Kimpul juga dapat diolah menjadi tepung yang kemudian digunakan sebagai bahan baku berbagai produk makanan.

Usaha tepung kimpul memiliki model bisnis yang berbeda dari camilan siap makan. Target konsumennya dapat mencakup pelaku usaha kue, produsen makanan rumahan, hingga konsumen yang ingin mencoba bahan pangan alternatif.

Tantangannya adalah proses produksi yang lebih panjang, mulai dari pembersihan, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan. Karena itu, kualitas bahan baku dan kebersihan proses produksi menjadi faktor penting.

4. Kue dan Camilan Berbahan Kimpul

Kimpul dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan maupun bahan utama untuk membuat berbagai jenis makanan, seperti donat, brownies, cookies, getuk, kroket, atau kue tradisional.

Model usaha ini cocok bagi pelaku usaha rumahan yang sudah memiliki kemampuan membuat kue atau camilan. Keunggulannya terletak pada peluang menciptakan produk yang berbeda dari produk sejenis di pasaran.

Agar lebih menarik, produk dapat dikembangkan dengan rasa, bentuk, dan kemasan yang sesuai dengan target pasar, misalnya untuk anak muda, keluarga, atau kebutuhan acara tertentu.

Baca Juga: Franchise Makanan: Peluang Bisnis Menguntungkan dengan Modal Terjangkau

5. Kimpul Beku Siap Masak

Produk kimpul beku dapat menjadi pilihan untuk konsumen yang menginginkan makanan praktis. Kimpul dapat diolah menjadi potongan siap goreng, kroket, perkedel, atau camilan setengah jadi yang tinggal dipanaskan.

Jenis usaha ini berpotensi menyasar konsumen rumah tangga yang mencari produk praktis untuk disimpan di freezer.

Namun, usaha makanan beku memerlukan perhatian lebih pada proses produksi, penyimpanan, suhu, masa simpan, dan distribusi agar kualitas produk tetap terjaga.

6. Produk Kuliner Kekinian Berbahan Kimpul

Kimpul juga dapat dikembangkan menjadi produk kuliner dengan konsep yang lebih modern, misalnya kroket kimpul isi keju, kimpul goreng dengan topping, perkedel kimpul, atau camilan dengan bumbu kekinian.

Jenis usaha ini mengandalkan inovasi produk dan penyajian. Karena itu, tampilan, nama produk, kemasan, dan promosi di media sosial dapat berperan besar dalam menarik perhatian konsumen.

Bagi pemula, sebaiknya pilih satu atau dua produk terlebih dahulu untuk diuji. Setelah mengetahui produk mana yang paling diminati, usaha dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan permintaan pasar dan kemampuan produksi.

Cara Menghitung Modal Usaha Olahan Kimpul

Modal usaha kimpul sebaiknya dihitung berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar perkiraan total uang yang ingin disiapkan.

Sebagai contoh, berikut simulasi sederhana untuk memulai produksi keripik kimpul skala rumahan:

Kebutuhan Estimasi Biaya
Kimpul sebagai bahan baku Rp150.000
Minyak, bumbu, dan bahan pendukung Rp150.000
Kemasan Rp100.000
Gas dan kebutuhan produksi Rp75.000
Peralatan tambahan Rp250.000
Label dan pemasaran awal Rp100.000
Total estimasi modal awal Rp825.000

Angka tersebut hanya contoh. Harga bahan baku, kemasan, peralatan, dan kebutuhan lainnya dapat berbeda di setiap daerah maupun skala produksi.

Selain modal awal, hitung juga modal kerja untuk produksi berikutnya. Misalnya, setelah peralatan tersedia, pengeluaran rutin dapat berfokus pada bahan baku, minyak, bumbu, gas, kemasan, dan pemasaran.

Jangan lupa menghitung Harga Pokok Produksi atau HPP. Rumus sederhananya:

HPP per produk = total biaya produksi ÷ jumlah produk yang dihasilkan

Contohnya, jika biaya satu kali produksi mencapai Rp500.000 dan menghasilkan 50 kemasan, HPP awalnya sekitar:

Rp500.000 ÷ 50 = Rp10.000 per kemasan

Harga jual kemudian perlu mempertimbangkan HPP, margin keuntungan, biaya pemasaran, potensi produk tidak terjual, serta harga yang masih masuk akal bagi target konsumen.

Tips Mengelola Keuangan Sebelum Memulai Usaha Kimpul

Pengelolaan uang sejak awal dapat membantu usaha berkembang lebih terukur. Tidak perlu menunggu bisnis menjadi besar untuk mulai membuat pencatatan keuangan.

Pertama, pisahkan uang pribadi dan uang usaha. Gunakan pencatatan atau rekening berbeda agar uang hasil penjualan tidak tercampur dengan pengeluaran sehari-hari.

Kedua, buat anggaran sebelum produksi. Tentukan berapa dana untuk bahan baku, kemasan, operasional, pemasaran, dan kebutuhan lain. Dengan begitu, pengeluaran lebih mudah dikendalikan.

Ketiga, hitung HPP dengan benar. Jangan hanya memasukkan harga kimpul sebagai biaya. Minyak, gas, bumbu, kemasan, ongkos produksi, dan biaya pendukung lainnya juga perlu diperhitungkan.

Keempat, tentukan harga jual berdasarkan angka, bukan sekadar mengikuti kompetitor. Harga yang terlalu rendah bisa membuat penjualan ramai tetapi keuntungan tidak cukup untuk mempertahankan usaha.

Kelima, siapkan dana operasional. Usahakan ada dana yang dapat digunakan untuk beberapa siklus produksi sehingga aktivitas usaha tidak langsung berhenti ketika hasil penjualan belum kembali menjadi kas.

Terakhir, evaluasi arus kas secara berkala. Catat uang masuk dan keluar untuk mengetahui apakah usaha benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru memiliki biaya yang lebih besar dari perkiraan.

Mulai Usaha Kimpul, Adapundi Siap Jadi Solusi Dana Tambahan

Jika modal pribadi belum mencukupi, pelaku usaha dapat mempertimbangkan berbagai sumber modal sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan. Salah satunya, jika kamu tidak ingin ribet mengurus banyak dokumen, bisa mempertimbangkan pinjaman daring Adapundi.

Adapundi dapat menjadi salah satu pilihan layanan pendanaan digital bagi pengguna yang memenuhi persyaratan. Adapundi merupakan layanan pinjaman daring yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan limit tinggi hingga Rp100 juta, bunga ringan, dan pilihan tenor hingga 12 bulan.

Kamu bisa mengajukan dengan proses sederhana menggunakan KTP dan No HP, dengan proses 100% online. Setelah proses verifikasi dan pengajuan dinyatakan berhasil, dana akan langsung masuk ke rekening bank.

Unduh Adapundi di Playstore atau Appstore secara gratis!

Sebelum mengajukan pendanaan, hitung kembali kebutuhan modal dan pastikan cicilan dapat dibayar dari kemampuan keuangan yang tersedia, bukan hanya berdasarkan perkiraan keuntungan usaha di masa depan.

Referensi: Panduan Karakterisasi dan Evaluasi Plasma Nutfah Talas Kajian Tepung dan Pati Umbi Kimpul – UGM