
Menjalankan usaha sendiri tidak selalu berarti memiliki penghasilan tetap setiap bulan. Ada kalanya penjualan meningkat, tetapi pada periode lain pendapatan justru menurun. Kondisi ini sering membuat wirausaha bertanya-tanya apakah mereka tetap bisa mengajukan pinjaman daring.
Pada dasarnya, wirausaha perorangan dapat mengajukan pinjaman daring selama memenuhi persyaratan penyelenggara. Namun, persetujuan tidak hanya ditentukan oleh status pekerjaan, melainkan juga informasi penghasilan, hasil verifikasi, dan penilaian kelayakan.
Jika kamu menjalankan usaha sendiri dan sedang mempertimbangkan pinjaman daring, berikut hal-hal yang perlu dipahami sebelum mengajukan.
Apa Itu Pinjaman Daring untuk Wirausaha?
Pinjaman daring untuk wirausaha adalah pendanaan yang diajukan melalui aplikasi pinjaman oleh seseorang yang menjalankan kegiatan usaha, baik secara mandiri maupun dengan bantuan karyawan.
Misalnya, seseorang yang memiliki usaha katering rumahan dapat mempertimbangkan pinjaman daring untuk kebutuhan yang sesuai dengan ketentuan produk. Begitu pula pekerja mandiri yang memperoleh penghasilan dari jasa atau proyek.
Namun, setiap penyelenggara memiliki persyaratan dan cara menilai kelayakan pengajuan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami apakah kondisi pekerjaan dan penghasilanmu memenuhi ketentuan sebelum mengajukan.
Apakah Wirausaha Perorangan Bisa Mengajukan Pinjaman Daring?
Wirausaha perorangan bisa mengajukan pinjaman daring jika memenuhi persyaratan penyelenggara dan dinilai layak menerima pendanaan. Tidak memiliki status sebagai karyawan tetap bukan berarti seseorang otomatis tidak dapat mengajukan pinjaman.
Wirausaha perorangan sendiri merupakan individu yang menjalankan kegiatan usaha atas nama atau tanggung jawabnya sendiri. Contohnya antara lain pemilik usaha kuliner rumahan, penjual produk secara digital, penyedia jasa, dan pelaku usaha mandiri lainnya.
Di Adapundi sendiri, ada beberapa wirausaha yang mengajukan pendanaan yang digunakan untuk menambah modal atau juga membantu menambah kebutuhan keluarga. Salah satunya adalah pemilik usaha kuliner Bu Cevy, yang menggunakan Adapundi untuk menambah modal usaha kulinernya.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan menunjukkan kondisi penghasilan dan memenuhi persyaratan yang diminta.
Beberapa informasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian pengajuan meliputi:
- Sumber penghasilan. Dari mana pendapatan diperoleh, misalnya penjualan barang atau pembayaran jasa.
- Jumlah penghasilan. Besarnya pendapatan yang dapat diverifikasi sesuai ketentuan penyelenggara.
- Kewajiban keuangan. Cicilan atau pengeluaran rutin yang sudah berjalan.
- Kelengkapan data. Kesesuaian identitas dan informasi yang diberikan selama proses verifikasi.
Meski demikian, setiap aplikasi pinjaman dapat menggunakan kriteria penilaian yang berbeda. Memenuhi persyaratan dasar tidak berarti pengajuan pasti mendapatkan persetujuan.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Wirausaha Sebelum Mengajukan?
Sebelum mengajukan pinjaman daring, wirausaha perlu memastikan bahwa informasi identitas, penghasilan, dan rekening bank yang digunakan sudah sesuai dengan persyaratan penyelenggara.
Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu persiapkan terlebih dahulu.
1. Identitas Pribadi yang Masih Berlaku
KTP menjadi dokumen identitas utama dalam proses pengajuan pinjaman daring. Informasi pada KTP digunakan untuk membantu penyelenggara melakukan verifikasi identitas pemohon.
Pastikan data yang kamu masukkan sesuai dengan identitas yang digunakan agar tidak terjadi ketidaksesuaian saat pemeriksaan.
2. Informasi Penghasilan dari Usaha
Berbeda dari karyawan dengan gaji bulanan, penghasilan wirausaha dapat berasal dari penjualan produk, pembayaran pelanggan, atau proyek tertentu.
Karena itu, sebaiknya kamu mengetahui jumlah pendapatan usaha dalam beberapa bulan terakhir.
Catatan penjualan, transaksi usaha, atau pembukuan sederhana dapat membantu kamu memahami kondisi penghasilan. Namun, dokumen yang benar-benar diwajibkan tetap mengikuti ketentuan masing-masing penyelenggara.
3. Rekening Bank Pribadi
Pastikan kamu memiliki rekening bank yang aktif dan sesuai dengan persyaratan layanan.
Untuk pengajuan melalui Adapundi, rekening bank harus menggunakan nama pribadi pemohon. Informasi rekening diperlukan dalam proses verifikasi dan penyaluran dana sesuai ketentuan produk.
4. Informasi Kewajiban Keuangan yang Sudah Berjalan
Selain mengetahui jumlah pendapatan, kamu perlu menghitung kewajiban pribadi maupun usaha yang harus dibayar secara rutin.
Misalnya, kamu masih memiliki cicilan peralatan usaha atau kewajiban pembayaran lainnya. Jumlah tersebut perlu diperhitungkan sebelum menambah angsuran baru.
Dengan mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh, kamu dapat mempertimbangkan apakah pengajuan pinjaman sesuai dengan kemampuan membayarmu.
Baca Juga: Pinjaman Usaha Tanpa Jaminan: Solusi Modal Praktis untuk Mengembangkan Bisnis
Bagaimana Jika Penghasilan Wirausaha Tidak Tetap?
Wirausaha dengan penghasilan tidak tetap perlu memperhatikan kemampuan membayar pada bulan dengan pendapatan lebih rendah, bukan hanya ketika penjualan sedang meningkat.
Penghasilan yang berubah-ubah merupakan kondisi yang dapat terjadi dalam kegiatan usaha. Misalnya, pemilik usaha katering mungkin memperoleh banyak pesanan pada musim acara tertentu, tetapi jumlah pesanan menurun pada bulan berikutnya.
Kondisi tersebut penting diperhatikan karena kewajiban pembayaran pinjaman tetap mengikuti jadwal yang disepakati.
Untuk memahami situasinya, perhatikan contoh berikut.
| Bulan | Pendapatan Usaha | Biaya Operasional | Sisa Sebelum Kewajiban Lain |
|---|---|---|---|
| Januari | Rp9.000.000 | Rp5.000.000 | Rp4.000.000 |
| Februari | Rp6.000.000 | Rp4.500.000 | Rp1.500.000 |
| Maret | Rp8.000.000 | Rp5.000.000 | Rp3.000.000 |
Angka pada tabel hanya ilustrasi kondisi usaha, bukan simulasi pinjaman Adapundi.
Dari contoh tersebut, sisa pendapatan usaha pada Februari lebih kecil dibandingkan Januari dan Maret.
Jika kamu memiliki cicilan pinjaman, pembayaran tetap harus diperhitungkan pada bulan ketika pendapatan menurun.
Lalu, apa yang sebaiknya diperhatikan?
- Gunakan catatan penghasilan beberapa bulan. Jangan hanya mengandalkan bulan dengan omzet tertinggi.
- Pisahkan omzet dan penghasilan bersih. Uang dari penjualan belum tentu seluruhnya tersedia untuk membayar cicilan.
- Perhitungkan kebutuhan pribadi. Wirausaha perorangan sering menggunakan sebagian hasil usaha untuk kebutuhan rumah tangga.
- Perhatikan jadwal pembayaran. Pastikan kamu memahami kapan angsuran jatuh tempo.
- Hindari bergantung pada pendapatan yang belum pasti. Pesanan yang belum dibayar atau rencana penjualan belum tentu menghasilkan dana sesuai perkiraan.
Jika kondisi keuangan belum memungkinkan untuk menambah kewajiban, menunda pengajuan dapat menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan.
Apa Saja Persyaratan Adapundi untuk Wirausaha?
Jika kamu seorang wirausaha dan ingin mengajukan pinjaman di Adapundi untuk membantu kebutuhan harian serta menambah modal, berikut ini beberapa syarat yang perlu dipenuhi:
| Persyaratan | Ketentuan |
|---|---|
| Kewarganegaraan | Warga Negara Indonesia |
| Usia | 18–65 tahun |
| Identitas | KTP untuk verifikasi |
| Nomor HP | Aktif |
| Penghasilan | Memiliki pekerjaan atau penghasilan minimal Rp3 juta per bulan |
| Rekening bank | Rekening atas nama pribadi |
Pinjaman daring Adapundi menyediakan fasilitas pendanaan mulai dari Rp100.000 hingga Rp100 juta dengan tenor hingga 12 bulan. Para wirausaha bisa mengajukan online dari HP tanpa jaminan modal KTP. Proses pencairan cepat, setelah proses pengajuan disetujui dana langsung cair ke rekening.
Ayo, download Adapundi sekarang di PlayStore dan AppStore gratis, dan cek limitmu!
Sebelum mengajukan, pastikan kamu memahami persyaratan, jumlah angsuran, bunga, biaya, dan total kewajiban pembayaran.
Referensi:
Adapundi – Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY)
OJK – POJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang LPBBTI
OJK – SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan LPBBTI

